Dokter Muda Meningggal Dimakamkan Standar Covid-19

0
489
Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati tengah mengusung peti jenazah menuju lubang pemakamaman.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Seorang dokter muda laki-laki di Pati. Rabu (16/12) kemarin dimakamkan dengan standar protokol Covid-19. Sebelum meninggal yang bersangkutan memang sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Dokter Moewardi Solo, di mana para pelayat sudah berada dan menunggu di tempat pemakakaman.

Sekitar pukul 10.30 ambulans pembawa jenazah sudah tiba di lokasi pemakaman, dengan terlebih dahulu barang-barang milik almarhum yang dibawa bersama ambulans, untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selesai itu jenazah baru dikeluarkan dari ambulans dan diusung menuju lubang pemakamanan,.

Dari pantauan ”Samin News”, begitu peti jenazah tiba di atas lubang makam, tim terlebih dahulu harus menguras air dari lubang karena ada air keluar dari dalamnya. Selesai menguras air tersebut, maka peti jenazah pun dimasukkan ke dalam lubang, dan tim pun beramai-ramai menguruknya.

Peti jenazah menunggu lubang makam selesai dikuras karena di dalamnya keluar air.

Berikutnya proses pemakaman berikutnya adalah pengurukan/penutupan lubang makam juga tidak terlalu banyak menyita waktu sehingga pemakaman berlangsung lancar. Dengan demikian, selesai itu tim bisa istirahat sejenak karena selesai itu tim tidak kembali ke posko melainkan melanjutkan tugas ke lokasi, yaitu di Desa Maitan, Kecamatan Tambakro.

Di desa ini harus dimakamkan seorang jenazah seorang laki-laki, warga desa setempat, dan sebelum meninggal sempat di rawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH). Akan tetapi ketika ditanya setelah tim selesai dari Maitan akan bertugas kemana lagi, harapan mereka semua adalah selesai tak berlanjut.

Proses pengurukan/penutupan lubang makam terus berlanjut.

Ketika pertanyaan dialihkan, untuk Selasa (15/12) tim memakamkam berepa jenazah lagi, dan salah seorang anggota menegaskan, kemarin ada empat. Diawali pagi-pagi tim harus menuju ke Pakem, Kecamatan Sukolilo, untuk memakamkan jenazah seorang perempuan, warga setempat yang sebelum meninggal sempat di di Rumah Sakit Umum (RSU) Dokter Lukmono Hadi Kudus.

Proses terakhir rangkaian pemakaman adalah penanaman nisan kayu cukup besar di atas pusara alamarhum.

Selesai dari Sukolilo, tim bergerak kembali ke arah Pati menuju ke Gabus, dan siang harinya ke Desa Sembaturagung, Kecamatan Jaken. ”Meskipun hari sudah sore, tim tetap melajutkan pemakaman di Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, yaitu jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal sempat dirawat di RS KSH Pati,”imbuh salah seorang di antara mereka, Purnanama.