Dinsos Pati Mengaku Kasus Pencabulan Anak Meningkat di Tengah Pandemi

0
183
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Etik Trihartanti.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Sosial Kabupaten Pati mengatakan kasus kekerasan pada anak di masa pandemi Covid-19 ini grafiknya meningkat. Kenaikan kasus ini, terkonfirmasi dengan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kasus (kekerasan anak, red) yang meningkat selama pandemi ini yaitu pencabulan anak. Itu yang paling banyak dari tahun kemarin,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Etik Trihartanti kepada Saminnews, Selasa (29/12/2020).

Kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, berpengaruh terhadap kehidupan anak. Betapa tidak, waktu yang dimilikinya lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Pasalnya, kegiatan pendidikan dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring. Dengan menggunakan metode belajar dari rumah.

Meski demikian, saat dikonfirmasi terkait kenaikan grafik kasus kekerasan anak utamanya pencabulan, pihaknya mengaku hingga akhir tahun ini, data yang dimiliki belum lengkap. Pasalnya, dari beberapa lembaga belum melaporkan kasus yang berkaitan dengan pencabulan.

“Untuk kenaikan berapa persen itu begini, soalnya dari Polres belum laporan kesini, belum ada laporan selama 3 bulan terakhir. Biasanya akhir tahun data dari Polres kami minta, kemudian data dari pihak Bapas anak yang berhadapan dengan hukum,” terangnya.

Selain itu, kata Etik kemudian seandainya ada laporan visum dari rumah sakit, itu pihak RS laporan ke Dinsos. Juga data dari organisasi atau lembaga pemerhati perlindungan anak, sama perempuan. Data tersebut dihimpun sebagai data yang komprehensif terkait kasus di lapangan.

“Lantas, data tersebut kami rekap semuanya, nah baru kita bisa menyebutkan data berapa, kenaikan berapa persen. Bisa disimpulkan dari data yang lengkap,” katanya.

“Kalau data sementara yang kami miliki yakni kasus pencabulan anak yang memang meningkat selama pandemi Covid-19 beberapa bulan ke belakang ini. Selain itu, kami lihat kasus pernikahan anak juga mengalami hal serupa mengalami peningkatan,” pungkasnya.