Dinsos Gandeng Dinas Perdagangan Atur Regulasi Harga Telur

0
28
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Pati, Tri Haryumi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Pati, Tri Haryumi mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan OPD lainnya dalam mengatur bantuan sosial nontunai (BSNT) maupun program pangan (BPNT) oleh Kementerian Sosial.

“Kita akan koordinasi terus dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) untuk mengontrol harga jenis komponen bantuan,” ucap Tri kepada Saminnews di Kantornya beberapa waktu lalu.

Naiknya harga salah satu jenis komponen dalam bantuan sosial itu adalah harga telur. Dimana pada saat menjelang pencairan BPNT serta BSNT cenderung selalu naik. Pada hari normal harga telur di pasaran berkisar 22 ribu per kilogram, naik menjadi 24 ribu per kilogram.

Kondisi itu yang melatarbelakangi pihaknya, akan mengatur serta mengontrol dengan menggandeng Dinas Perdagangan dalam rangka mencegah naiknya harga tersebut. Sehingga, pada hari normal dan jelang penyaluran tidak ada kenaikan harga yang akan merugikan rakyat kecil.

“Makanya Insyaallah nanti tahun 2021 ada regulasi yang mengatur tentang harga. Dan kita akan koordinasi terus per bulan dengan Disdagperin. Jadi sesuai dengan harga pasar,” imbuhnya.

Pada momen penyaluran Bansos itu, pihaknya menyebut naiknya harga telur seakan-akan dimanfaatkan untuk meraup keuntungan belaka. “Saya tidak senangnya di situ, ayo kita kerja yang baik. Kalau misalkan harga ya sesuai dengan harga pasar lah. Jangan terus justru membuat suasana tidak kondusif,” ujarnya.

“Kalau yang lain itu tidak masalah, harga beras jika sudah sesuai regulasi sudah oke. Tapi harga telur itu yang jadi catatan. Dan menjadi keluhan agen itu harga telur paling mencolok,” kata Haryumi.

Regulasi beras umpamanya, pihaknya melanjutkan jika berpedoman dengan regulasi tidak masalah. Misalnya untuk BSNT dengan beras jenis Premium, sedangkan BPNT menggunakan beras medium. Dan yang penting tidak ada kutu.

“Kalau harga beras kan cukup stabil ya, ini beda dengan harga telur. Dan kondisi ini (kenaikan harga telur) sudah terjadi bulan-bulan ini sekitar tiga bulan,” tutupnya.