BPKAD Ungkap Belanja Tak Terduga OPD Atasi Pandemi

0
26
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Turi Atmoko.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati, Turi Atmoko mengungkapkan pencairan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk menangani dan mengatasi wabah pandemi Covid-19. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja atas kebutuhan tidak terduga oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

“Belanja tidak terduga yang kami belanjakan pada bulan Desember 2020 ini dari beberapa OPD untuk kebutuhannya. Dari BPBD ini untuk pemulasaraan jenazah ini kemarin dicairkan ada 600 juta sekian,” kata Turi di kantornya saat ditemui Saminnews, Rabu (29/12/2020).

Pihaknya menyebut pencairan anggaran oleh pemerintah ini untuk mencukupi berbagai kebutuhan belanja dari pemerintah, utamanya mengatasi Covid-19. Berkaitan dengan kesehatan maupun jaring pengaman sosial hingga pemulihan ekonomi daerah.

Kemudian, untuk membiayai rumah isolasi atau tempat karantina di Hotel Kencana yang terhitung hingga akhir bulan, yakni 30 Desember 2020. Pemerintah Kabupaten Pati melalui BPKAD membayar keperluan tersebut senilai 900 juta sekian.

“Menurut estimasi perhitungan sih, sampai 31 Desember itu nilainya 900 lebih. Dan ini bukan pembayaran kontrak mulai dari awal, melainkan kekurangan pembayaran, terhitung mulai dari tanggal 10 Desember lalu itu nilainya segitu, lalu perpanjangan,” tambah dia.

Hal tersebut ditegaskan bukan hanya untuk pembayaran sewa tempat isolasi di Hotel Kencana. Melainkan, ada beberapa sub yang perlu dibayarkan. Diantaranya terkait dengan permintaan (pembiayaan, red) bahan bakar BBM, terkait kebersihan lingkungan, yaitu membersihkan sampah di Hotel Kencana.

“Untuk keperluan itu yang mengelola adalah dari pihak BPBD. Dimana pada tempat karantina itu juga diperhatikan kondisi kebersihan atau sampah dari isolasi,” sambungnya.