Wacana Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Menunggu Perijinan

0
55
Kepala Seksi SMA dan pendidikan Luar Biasa, Haryanto.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Wacana simulasi pembelajaran tatap muka oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah yang direncanakannya untuk saat ini masih terkendala perijinan dari Dinas terkait atau yang dalam hal ini adalah pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Pasalnya, di tengah kondisi wabah pandemi ini selain memang harus memenuhi persyaratan standar protokol covid-19, juga tentunya tidak bisa dikesampingkan syarat administrasi. Sebab, hal ini sebagai tata kelola pemerintahan dengan pola komunikasi yang saling berhubungan.

“Wacana simulasi pembelajaran tatap muka untuk saat ini masih nunggu ijinnya termasuk dari dinas/ pemerintah provinsi Jawa Tengah,” ujar Kepala Seksi SMA dan pendidikan Luar Biasa, Haryanto kepada Saminnews, Jumat (13/11/2020) kemarin.

Oleh sebab itu, praktik pendidikan pada masa pandemi Covid-19 terus berlanjut menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau juga kita sebut pembelajaran dari rumah. Dimana tenaga pendidik memberikan materi serta tugas kepada anak didiknya melalui daring.

Lebih lanjut, Haryanto menegaskan bahwa wacana simulasi pembelajaran tatap muka yang akan diterapkan itu hanya sementara. Dengan durasi uji coba selama dua minggu, lantas setelah itu nanti dilakukan evaluasi.

Meski masih menunggu proses perijinan dari pemerintah provinsi itu, diupayakan dalam bulan November 2020 ini sudah bisa berjalan. “Kita upayakan pada bulan ini, dan kemungkinan akan dilaksanakan akhir bulan,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan pada saat simulasi pembelajaran tatap muka tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Diantaranya dengan menjaga jarak antar person. Juga jarak kursi dengan lainnya minimal satu meter.

“Simulasi ini protokol kesehatan wajib dilaksanakan. Harus ada ijin dari gugus covid, ijin ortu dan anak tidak boleh naik kendaraan umum. Dalam satu kelas pun tidak boleh lebih dari 20 siswa,” tandasnya.