Tim Pemakaman Covid-19 BPBD adalah Pahlawan yang Tak Banyak Dikenal

0
78

JIKA kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu definisi kata “Pahlawan” berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Barangkali jika kita titik beratkan kaitannya dengan keberanian dan pengorbanan, sebenarnya Tim Pemakaman Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati tentu akan sangat mudah kita katakan sebagai pahlawan.

Namun dalam frasa tersebut, dikatakan dengan jelas bahwa pahlawan merupakan orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Ada kata “Orang yang Menonjol” dalam kalimat tersebut, inilah yang sebenarnya menimbulkan sejumlah titik yang menjadi abu-abu dalam penyematan kata pahlawan bagi Tim Pemakaman BPBD Pati.

Anggota Tim Pemakaman Makan Pagi Nasi Bungkus di Tengah Area Kuburan.

Sebab, seperti kita ketahui bahwa selama ini nama Tim Pemakaman BPBD sangat jarang muncul dipermukaan hanya untuk sekedar diapresiasi oleh masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Pati. Namun, jika kita tarik ke arah yang lebih substansi, jelas peran Tim Pemakaman BPBD sangat layak dikatakan sebagai orang atau sekelompok orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya.

Bagaimana tidak? Tim Pemakaman BPBD yang berjumlah 23 orang yang terdiri dari anggota BPBD, Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) dan relawan yang menamai dirinya Tunggul Wulung tersebut seringkali dengan sukarela meninggalkan kegiatan dan keluarga mereka hanya untuk membantu proses pemakaman Covid-19.

Tidak jarang mereka mengorbankan waktu luangnya demi membantu proses pemakaman dengan protokol Covid-19. Bukan hanya di jam atau waktu yang normal, Tim Pemakaman seringkali juga harus bertugas di jam-jam yang tidak sewajarnya seperti tengah malam dan dini hari.

Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh Ketua Tim Pemakaman BPBD Pati, Khayun Fulanun SH beberapa waktu yang lalu saat bertemu dengan teman teman Redaksi Samin News.

“Orang meninggal kan tidak mengenal waktu. Jam berapapun kita dibutuhkan, kita selalu siap membantu proses pemakaman di mana pun tempatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut ia bercerita bahwa bahkan beberapa kali niat baiknya untuk membantu justru ditolak oleh warga setempat.

“Mulai ditolak warga, pemakaman yang ditangguhkan, bahkan menjadi Imam Solat Jenazah pernah kami alami. Yang jelas kami hanya berniat untuk membantu masyarakat dan upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19,” tambahnya.

Meskipun jarang sekali tersorot oleh perhatian masyarakat, media massa, maupun apresiasi dari pemerintah. Dengan berbagai fakta mengenai pengorbanan dan perjuangan Tim Pemakaman BPBD Pati, tentu dengan mudah kita akan mampu memposisikan Tim Pemakaman sebagai salah seorang pahlawan dalam titik yang lebih substansi.

Selamat Hari Pahlawan !