Satu Pemakaman Standar Protokol Covid-19; Sejumlah ASN Harus Menjalani Rapid Test dan Swab-PCR

0
295
Beginilah kiprah Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati saat harus mengusung perlengkapan dengan berjalan kaki karena jarak makam dengan kendaraannya berhenti lumayan jauh.
Tim saat menunggu kedatangan jenazah dari rumah sakit cukup duduk di atas tanah tak jauh dari lubang pemakaman.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Untuk hari ini, Senin (2/11) sejak pagi hari hingga siang di Pati hanya ada satu pemakaman jenazah standar protokol Covid-19. Itu pun lokasinya cukup jauh dari ibu Kota Kabupaten Pati ke utara, atau tepatnya di Dukuh Plandan Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, tapi pagi tadi tim dari Pati bisa beristirahat.

Sebab, untuk pemakaman tersebut dilakukan oleh relawan dari Pati utara, sehingga tim yang bertugas di kawasan perkotaan, Pati timur maupun Pati selatan tidak ambil bagian. Tim ini jika dalam kesempatan harus melakukan pemakaman secara bersamaan tetap harus dibagi menjadi dua, karena tim ini juga harus bertugas sampai di wilayah Pati utara, di antaranya adalah wilayah Kecamatan Trangkil.

Terlepas dari hal tersebut, berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” (SN) menyebutkan, bahwa jenazah yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19 tadi pagi adalah seorang lelaki. ”Sebelum meninggal almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Moewardi Solo,”ujar salah seorang anggota tim yang biasa disapa Purnama.

Sementara itu, terpisah diperoleh keterangan, bahwa mulai Senin harini sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pati harus menjalani Rapid Test dan Swab-PCR, di tempat yang saat ini menjadi pusat karantina, salah satu hotel di Pati. Hal tersebut harus dilakukan sebagai upaya mencegah dan menolak terjadinya penularan virus Covid-19, menyusul salah seorang di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu harus menjalani perawatan di salah sebuah rumah sakit di Pati.

Akan tetapi, sampai sekarang hasilnya belum diketahui, apakah yang bersangkutan positif terpapar virus tersebut atau tidak tentu masih menunggu hasilnya. Demikian pula, untuk Selasa (3/11) besok seluruh personel ASN dari OPD yang bersangkutan harus menjalani Rapid Test, dan hal sama juga harus dilakukan puluhan ASN lainnya di OPD berbeda.

Sedangkan satu ASN yang sudah selesai menjalani tes swab maupun perawatan, hasilnya memang negatif. ”Akan tetapi yang bersangkutan masih harus beristirahat di rumah, dan belum kembali masuk kerja,”imbuh atasan ASN yang bersangkutan,”menandaskan.