Pohon Tua Ditebang Antisipasi Tumbang di Musim Penghujan

0
41
Salah satu pohon peneduh yang sudah tua di Jl P Diponegoro selesai ditebang oleh oetugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Langkah antisipatif kini dilakukan oleh Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, utamanya yang menangani masalah ”perimbasan” pohon peneduh di pinggir jalan dalam Kota Pati. Sehingga pohon yang dari sisi umur sudah tua pun harus dipotong/ditebang, untuk menghindari terjadinya hal-hal tak diinginkan saat musim penghujan.

Apalagi, saat ini tanda-tada mulai terjadinya pergantian cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan sudah terjadi, di mana hujan tidak hanya semata-mata turun di siang maupun sore hari, tapi juga di malam hari. Dalam kondisi tersebut kadang-kadang turunnya hujan itu juga dusertai dengan bertiupnya angin kencang, meskipun di tiap-tiap lokasi keadaannya berbeda.

Karena itu, papar salah seorang personel dari Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Didik, pihaknya harus melakukan penebangan sejumlah pohon peneduh pinggir jalan dalam kota yang dari sisi usia sudah cukup tua. ”Sebab, salah satu pohon sudah ada  yang tumbang, sehimgga tebang pilih pohon tersebut harus dilakukan,”ujarnya.

Menyikapi kondisi itu, lanjutnya, satu batang pohon tua di pinggir Jl Diponegoro sebelah timur makam Kampung Saliyan, Kelurahan Pati Lor juga masih daftar untuk ditebang. Di sisi lain pohon tua di pinggir jalan raya dalam kota yang harus diremajakan juga cukup banyak, di antaranya adalah pohon angsana yang digunakan sebagai peneduh di pinggir Jl Sudirman.

Hal itu harus dihapus dari daftar aset dan diremajakan mengingat saat ini pemerintah kabupaten (pemkab) sudah membangun trotoar dan saluran pembuang (drainase) baru. Akan tetapi, jika pohon tersebut tidak  diremajakan maka suatu saat akar pohon tersebut pasti akan merusak fasilitas umum dimaksud karena akarnya bisa menembus tanah di sekitarnya.

Sedangkan pohon yang sudah cukup tua lainnya juga terdapat di pinggir jalan depan SMP Negeri 4 dan juga deretan sampai depan SMA Negeri 1. ”Kendati demikian, kami tetap akan memilahnya dan jika akar dan batangnya masih kuat untuk sementara tetap dibiarkn mengingat menanam pohon itu tidak mudah, atau sekali tanam langsung bisa tumbuh besar melainkan harus melalui proses,”imbuhnya.