Penggalian Lubang Pipa untuk SPAM di Juwana Tuntas

0
45
Sebuah ekskavator kecil penggali lubang pipa untuk SPAM di Juwana tengah melaksanakan penggalian lubang pada batas lubang galian terakhir, di pinggir jalan raya Juwana-Wedarijaksa.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setelah bekerja maksimal akhirnya rekanan pemenang tender paket pekerjaan pemasangan pipa jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di pinggir jalan raya Juwana-Wedarijaksa akhirnya, Senin (2/11) hari ini tuntas. Dengan demikian, tahapan pelaksanaan berikutnya adalah penyambungan pipa tersebut yang berukuran besar mencapai 20 cm.

Hal tersebut dibenarkan pelaksana lapangan  rekanan yang bersangkutan, Eddy, dan akhirnya dia merasa lega. Sebab, hari-hari berikutnya tinggal penyambungan pipa yang belum terpasang seluruhnya, tapi untuk pekerjaan tersebut tentu tidak banyak mengganggu pengguna jalan seperti saat ekskavator harus melakukan penggalian lubang, meskipun hal itu dilakukan di pinggir jalan.

Sebab, tanah galian dengan kedalaman mencapai 1,5 tersebut sudah barang tentu jumlahnya cukup banyak mengingat lubang galian untuk pipa itu lebarnya mencapai satu meter. ”Sedangkan panjang seluruhnya adalah 4.400 meter, dimulai dari Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa ke selatan melewati Langgenharjo, Bakaran Kulon, Bakaran Wetan, Dukutalit hingga Gowong Kidul, Kecamatan Juwana,”ujarnya.

Pembuatan lubang melintang di ruas jalan untuk menyambung pipa ke instalasinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Karena itu, lanjutnya, penyambungan pipa tersebut juga cukup panjang tapi hal itu bisa dilakukan di atas tanah galian yang sudah diuruk dan dipadatkan, sehingga tidak banyak menggunakan pinggir jalan kecuali dalam kondisi tertentu. Untuk itu, pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas sikap warga yang dinilai cukup kooperatif, sehingga jika dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan masih ada kekurangan mereka bisa memahami.

Demikian pula, jika saat para pengguna jalan tengah melintas tiba-tiba arus lalu lintas tersendat karena masing-masing hendak mendahului tapi yang terjadi justru ketersendatan. Akan tetapi para pengguna jalan juga bisa memahami hal tersebut karena memang penggalian lubang pipa itu memang menyita lokasi penempatan yang memang tak bisa jauh dari pinggir jalan raya tersebut, karena hal itu harus dikembalikan seperti semula.

Di sisi lain, saat lubang pipa seluruhnya sudah tergali dan tahapan berikutnya adalah melalukan pemasangan sisa pipa, maka dengan begitu pelaksanaan pekerjaan di lapangan akan segera tertuntaskan. ”Akan tetapi selesai itu, kami masih harus menuntaskan satu tahapan pekerjaan lainnya yaitu melakukan pemasangan meter air,”imbuhnya.