Pemakaman di Tegalwero; Jenazah Harus ”Parkir” Sementara

    0
    223
    Ambulans pembawa jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Dokter Soetrasno Rembang, asal Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi, Pati.(Foto:SN/dok-nar)

    SAMIN-NEWS.com  PATI – Pemakaman jenazah seorang laki-laki warga Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi, Minggu (8/11) siang tadi oleh Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, termasuk harus melalui proses menunggu cukup lama. Bahkan, jenazah yang sudah datang dibawa ambulans dari Rumah Sakit (RS) Dokter Soestrasno Rembang, pun harus sempat ”parkir” sementara di pinggir jalan menuju lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

    Akan tetapi di sisi lain, tim yang semula menunggu di balai Desa Tegalwero, dan kemudian berpindah TPU desa tersebut, sedikit ceria karena sekitar pukul 13.30 saatnya harus makan siang, ternyata tidak sulit  atau repot-repot mencari nasi bungkus ke warung penjualnya. Padahal, biasanya warung penjual nasi jaraknya dari TPU pun rata-rata lumayan jauh, sehingga dalam kondisi seperti ini tim pun terpaksa harus menahan lapar.

    Bila terpaksa, kata salah seorang di antara mereka yang sehari-hari akrab disapa Purnama, sekedar minum air putih pun tidak masalah. ”Akan tetapi siang tadi, ternyata ada sedikit rezeki karena di makam ada yang melakukan kenduri dengan nasi dan lauknya ingkung, sehingga kami mendapat bagian untuk makan bersama teman yang lain makan di kuburan,”ujarnya.

    Tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat makan siang bersama nasi hasil kendurian di makam.(Foto:SN/dok-nar)

    Secara kebetulan pula, lanjutnya, saat ambulans pengangkut jenazah tiba di lokasi makam, sudah ada permintaan dari pihak keluarga, yakni harus menunggu salah seorang putranya yang masih dalam perjalanan dari Solo menuju ke rumah duka. Dengan demikian, tim juga masih ada kesempatan untuk menikmaati nasi dan lauk dari hasil kendurian, dan itu pun dilakukan dengan tidak berburu-buru.

    Saat itu, salah seorang putra almarhum yang masih dalam perjalanan baru tiba di wilayah Kecamatan Winong, sehingga perjalanan sampai ke makam sekiranya masih membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jika perjalanan tersebut dilakukan dari Winong ke Pucakwangi lewat Balong bari menuju ke Jakanan.

    Antara Pucakwangi-Jakenan itulah letak Desa Tegalwero, dan jika perjalanan melalui jalan desa tentu kurang leluasa. ”Akhirnya dalam waktu sekitar yang diperkirakan, putra almarhum yang dalam perjalanan dan ditunggu keluarga lainnya tiba, maka jenazah pun diturunkan dari ambulans untuk dibawa ke lubang pemakaman,”imbuhnya.