Pedagang dan Pengunjung Pasar ”Ambyar”; Pilih Sembunyi Ketimbang Mengikuti Rapid Test

0
145
Personel petugas dari jajara kesehatan saat melakukan Rapid Test dengan cara mengunjungi pedagang dan menemui pengunjung Pasar Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken, harus dikawal petugas dari Polsek maupun Satpol PP.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sejak ditutup secara resmi Sabtu (7/11) dan dibuka kembali Rabu (11/11) lalu, Senin (16/11) Pasar Umum Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken harus memaksimalkan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19). Apalagi, sehari setelah pasar tersebut resmi ditutup, atau Kamis (12/11) ternyata d desa ini juga masih ada salah seorang warga meninggal yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19.

Terlepas dari hal tersebut, maka langkap pencegahan penyebaran virus itu satu-satunya adalah mengecek kembali kondisi pasar umum , baik terhadap pedagang maupun pengunjung yang sudah beberapa hari kembali melakukan transaksi jual-beli. Akan tetapi, begitu dilakukan Rapid Test oleh pihak petugas dari jajaran kesehatan, kondisi tersebut justru ”ambyar” karena para pedagang kalang kabut banyak yang bersembunyi dan meninggalkan barang dagangannnya.

Dengan demikian, ungkap salah seorang tokoh masyarakat desa setempat, Zamahsari, upaya melakukan cek kondisi setelah pasar dututup dengan melakukan rapid test justru tidak berhasil mencapai sasaran. ”Sebab, baik pedagang maupun pengunjung pasar yang berhasil dilakukan rapid test jumlahnya tidak maksimal,”ujarnya.

Personel petugas dari jajara kesehatan saat melakukan Rapid Test dengan cara mengunjungi pedagang dan menemui pengunjung Pasar Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken, harus dikawal petugas dari Polsek maupun Satpol PP.

Sedangkan berapa jumlah pastinya, pihak pasar maupun jajaran terkait lainnya juga tidak mendapat data tentang itu, karena semua dibawa petugas yang dari Pati. Karena itu pihaknya tetap mengharap agar berapa jumlah pedagang maupun pengunnung pasar yang melakukan rapid test, pihak pemerintahan desa harus mempunyai data tersebut.

Sebab, jika mereka adalah pedagang tentu pedagang yang tiap hari berjualan di pasar umum Desa Simberejo, dan jika mereka adalah pengunjung tentu juga jelas alamat serta tempat tinggalnya, baik RT maupu  RW-nya. Apalagi, jika ternyata hasil rapid test adalah reaktif, maka sudah pasti harus ada langkah koordinasi antara pihak pemerintahan desa setempat dengan Puskesmas Jaken, tapi bagaimana cara melakukan antisipasai jika desa sama sekali tidak mempunyai data tersebut.

Karena itu, data siapa saja pedagang atau pengunjung yang berhasil dilakukan rapid test dengan cara petugas harus menjemput mereka, dan  harus dikawal petugas dari jajaran Polsek maupun Satpol PP pula. ”Jika melihat kondisi masyarakat seperti pedagang pasar umun Desa Sumberejo dan juga pengunjungnya, maka akan sulit untuk memutus mata rantai  penyeberan virus Covid-19 tersebut,”tandasnya.