Partai Masyumi Reborn Dianggap Tak Miliki Taring ?

0
25

PADA zaman yang serba canggih ini, ternyata bukan hanya Warkop atau Band Padi saja yang Reborn. Partai Masyumi yang namanya dulu teramat tinggi pun kini memantapkan langkah untuk kembali Reborn.

7 November 2020 lalu, bertepatan dengan dengan tasyakuran hari ulang tahun ke-75 Partai Masyumi, sejumlah tokoh Islam secara resmi mendeklarasikan kembali Partai Masyumi.

Sejumlah tokoh besar pun hadir dalam acara deklarasi yang diselenggarakan secara virtual tersebut. Mulai dari Ketua Persiapan Pendirian Partai Islam Ideologis Masri Sitanggang, mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, dan tak ketinggalan deklarator Partai Ummat Amien Rais.

Sebagai penanda akan terlahirnya kembali partai besar tersebut, Ketua Badan Penyelidik Usaha -usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII), A Cholil Ridwan membacakan naskah deklarasi dalam pertemuan virtual kali ini.

Menurut semua pihak yang terlibat dalam deklarasi, Partai Masyumi Reborn ini diharapkan mampu menjadi partai ideologis Islam yang berpengaruh seperti di masa lalu saat Masyumi sedang jaya-jayanya.

“Alhamdulillah berkat rahmat Allah dan didorong keinginan luhur supaya umat Islam memiliki satu partai ideologis yang berpengaruh, maka sampai jugalah kita pada momen bersejarah, momen dimana berkumpulnya tokoh dan bangkitnya kekuatan partai Islam di Tanah Air,” terang Masri Sitanggang.

Beberapa partai Islam lain pun merespon kelahiran kembali partai tersebut. Mereka pun secara serempak mengatakan bahwa pihaknya tidak merasa khawatir ataupun terganggu dengan lahirnya Partai Masyumi.

“PAN tidak merasa terancam atau terganggu depan kelahiran Partai Masyumi karena basis sosialnya berbeda. Meski dalam beberapa daerah ada segmen pemilih yang berhimpitan, di era demokrasi modern ini semua diserahkan kepada kebebasan pilihan politik rakyat,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi.

Senada dengannya, petinggi PPP pun menyatakan kesamaan sikap dalam merespon momen deklarasi tersebut.

“Kami yang di PPP tidak melihat kelahiran Partai Masyumi ini sebagai ancaman atau saingan terhadap PPP,” ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pernyataan beberapa petinggi partai islam tersebut dalam menyikapi kabar kelahiran Partai Masyumi. Akan tetapi, jika saya mengibaratkan posisi sebagai Partai Masyumi, tentu saya akan tersinggung.

Meskipun disampaikan secara eksplisit, tentu pernyataan tidak merasa terganggu jika kita artikan dari sisi arogansi adalah sebuah ungkapan untuk menabuh genderang perang. Secara tidak langsung, mereka berarti menganggap Partai Masyumi tidak ada taringnya lagi.

Monggo pak, dibuktikan saja kalau Partai Masyumi memang masih memiliki kapasitas yang perlu dipertimbangkan.