Muspika Kecamatan Gembong Tetap Aktif Lakukan Operasi Yustisi

0
41
Camat Gembong, Cipto Mangunoneng saat meminta salah seorang warga yang melintas di depan Pasar Gembong, untuk memakai masker yang ternyata orang itu punya tapi disimpan.
Petugas jajaran Koramil dan Polsek Gembong juga melakukan hal sama serta pemasangan papan bertuliskan berlangsungnya ”Operasi Yustisi”

SAMIN-NEWS.com, PATI – Satu dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati yang sampai saat ini masih melakukan Operasi Yustisi, adalah Muspika Kecamatan Gembong. Tujuannya tak lain adalah agar warga di wilayah kecamatan setempat dalam keseharian hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga jangan sampai ada yang abai terhadap ketentuan tersebut.

Apalagi, hal khusus yang menyangkut agar warga yang melintas keluar maupun masuk ke wilayah kecamatan ini, tetap diharuskan untuk selalu memakai masker. Melalui upaya tersebut, termasuk kegiatan operasi yustisi ini diharapkan bisa mengurangi dan sedikit demi sedikit memutus penyebaran virus Corona (Covid-19), karena sampai saat ini masa pandemi juga belum berakhir.

Karena itu, papar Camat Gembong, Cipto Mangunoneng, pihaknya akan terus melakukan hal-hal yang terbaik demi keselamatan warganya agar dijauhkan dari penularan virus penyakit itu. ”Dengan demikian, Kami bersama Pak Danramil dan Pak Kapolsek beserta anggota jajarannya tak bosan-bosannya melakukan operasi itu,”ujarnya.

Petugas jajaran Koramil dan Polsek Gembong juga melakukan hal sama serta pemasangan papan bertuliskan berlangsungnya ”Operasi Yustisi”

Apa pun yang dilakukan berkait hal tersebut, lanjutnya, adalah semata-mata untuk mengajak warga mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya jangan berkurumun, serta menjaga jarak dalam melakukan kegiatan apa saja, dan yang lainnya adalah mencuci tangan dengan sabun, serta pakailah masker agar di antara mereka yang tertular dan juga menularkan virus itu.

Dengan demikian, dalam kondisi seperti sekarang ini, seluruh warga selain harus menjaga kondisi keluarganya juga menjaga kesehatan diri sendiri. Hal itu akan lebih baik, karena melalui operasi yustisi dampak positifnya adalah masyarakat terus teredukasi, dan mengapa hal itu harus dilakukan di pertigaan depan pasar, tak lain agar pengunjung pasar semua mengetahuinya.

Dari pelaksanaan operasi tersebut, sebenarnya sudah banyak warga yang teredukasi untuk mematuhi protokol kesehatan termasuk memakai masker. ”Akan tetapi, di sisi lain ada juga di antara mereka atau sebanyak 7 orang yang terjaring tidak memakai masker, sebenarnya mereka mempunyai kelengkapan itu tapi disimpan di jok motornya,”imbuh Cipto Mangunoneng.