Lambat Namun Pasti Waduk Gembong Mulai Berisi

0
38
Kondisi hamparan daerah genangan Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati yang mulai terisi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lambat namun pasti menyusul turunnya hujan deras beberapa hari terakhir ini, maka Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, sekarang mulai berisi. Sebab, waduk yang konon disebut-sebut mempunyai kapasitas daya tampung air sebanyak 9,5 juta meter kubik saat ini dipastikan mulai berkurang karena dampak dari terjadinya pendangkalan akibat sedimentasi yang cukup parah.

Apalagi, kondisi daerah genangan waduk yang sudah lama mendangkal akibat tertutup endapan lumpur tersebut juga belum pernah dinormalisasi maupun dikeruk. Akibatnya, semakin tahun pendangkalan pun kian parah, sehingga dipastikan kapasitas daya tampung air di waduk pun berkurang, apalagi jika mengingat waduk ini adalah waduk tadah hujan.

Dengan demikian, ungkap salah seorang warga yang sejak kecil hingga sekarang berdiam di pinggir waduk tersebut sehingga namanya akrab disapa Pinggir (55), kebiasaan jauh sebelumnya bila menjelang datangnya musim hujan, dikerahkan cukup banyak pekerja. ”Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung sampai 100 orang untuk mencangkul endapan lumpur di sekitar depan pintu menara air,”ujarnya.

Dari endapan lumpur yang sudah dicangkul, lanjut Pinggir, beramai-ramai didorong untuk digelontorkan keluar dari pintu waduk menuju terorwongan baru digelontorkan keluar. Karena itu air yang dieluarkan pada saat pemberisihan waduk tersebut keruh bercampur lumpur, tapi endapan lumpur di sekitar pintu menara air benar berkurang .

Akan tetapi sekarang, upaya pembersihan seperti itu sekarang sudah tidak dilaksanakan lagi, maka pendangkalan di genangan sekitar pintu menara air pun tak bisa dihindari. Bahkan ada pintu air yang juga macet total atau sudah tidak berfungsi karena sudah terlalu lama tertutup endapan lumpur, sehingga wajar jika sudah tidak bisa dibuka.

Satu hal yang sedikit menggembirakan dia sebagai orang yang hidup bersama keluarga di pinggir waduk tersebut, beberapa waktu lalu ada pihak yang menyatakan sebagai konsultan dari Jakarta . ”Ada enam orang yang juga sempat mengecek kondisi terowongan dan menara pintu waduk, dan bahkan hal itu dilakukan di sini selama dua hari,”imbuhnya.