Serpihan Tulang Ikut Tergali Saat Pembuatan Lubang Baru Pemakaman Standar Protokol Covid-19

0
110
Warga Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, saat bergotongroyong menggali lubang makam baru untuk pemakaman standar protokol Covid-19.(Foto;SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Saat menentukan titik awal area di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengahan Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus yang harus digali lubang baru untuk pemakaman standar protokol Covid-19, sama sekali tidak ada nisan maupun bekas tanda-tanda lainnya. Akan tetapi, ketika lubang makam itu digali hampir 1,5 meter kedalaman, ternyata ada serpihan tulang yang ikut terangkat.

Dengan demikian,  jenazah laki-laki warga desa setempat yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19,  secara otomatis peti jenazahnya akan berada pada posisi di atas serpihan tulang jenazah yang diperkirakan sudah cukup lama dimakamkan. Karena itu, penggalian makam pun dihentikan hanya sampai batas kedalaman tersebut.

Lagi pula, jika menilik serpihan tulang yang ikut terangkat pada bagian tengah adalah tulang iga, dan yang paling bawah adalah tulang kaki dan juga bagian persendian lutut. Mengetahui hal tersebut, salah seorang anggota tim pemakaman pun mengumpulkan serpihan tulang itu, dan akhirnya ikut serta dimasukkan lagi ke lubang yang tergali untuk makam baru.

Saat pnggalian lubang baru harus berakhir karena sudah menyentuh serpihan tulang yang ikut terangkat.(Foto:SN/aed)

Selain ikut terangkatnya serpihan tulang, pada sisi utara lubang makam baru juga ikut terkeruk pula lapisan tanahnya sebanyak satu cangkul dengan tekanan pelan. Ternyata, di balik lubang tersebut juga sudah terlihat ada peti jenazah, tapi tidak bisa dikonformasi oleh warga yang tidak mengetahui jenazah siapa yang beberapa serpihan tulangnya ikut terangkat.

Di sisi lain tidak diketahui pula, peti jenazah yang sudah terlihat meskipun baru terkena tekanan galian cangkul pertama adalah almarhum/almarhumah siapa juga tidak jelas. Dengan kondisi yang sudah demikian, akhirnya penggalian lubang baru pun dihentikan sambil menunggu kedatangan jenazah baru yang akan dimakamkan dengan standar protokol Covid-19.

Sedangkan di sisi lain, salah seorang anggota tim menuturkan bahwa yang pernah terjadi hal tak jauh berbeda adalah saat penggalian lubang untuk pemakaman standar protokol Covid-19, di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo. ”Kendati lubang makam tersebut kelihat sudah cukup jenazah dimakamkan di dalamnya, tapi kain kafannya masih tampak utuh,”ujar yang bersangkutan, sebut saja namanya Purnama.