Pemakaman Dua Jenazah Standar Protokol Covid-19 Bergantian

0
222
Mobil ambulans pembawa jenazah, warga Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Pati, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetrasno Rembang harus mundur untuk memasuki salah satu dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Minggu (25/10) sore tadi.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dua jenazah warga Pati Minggu (25/10) yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covuid-19, terpaksa harus bergantian. Masing-masing yang pertama, adalah jenazah seorang laki-laki warga Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, dimakamkan sore tadi sekitar pukul 16.00, dan satunya lagi jenazah seorang perempuan, warga Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana.

Jenazah almarhumah, besar kemungkinan untuk pelaksanaan pemakamannya baru bisa dilakukan Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Pati sehabis shalat mahgrib. Dengan demikian, tim dari TPU Tengahan Desa Kuryokalangan tidak kembali terlebih dahulu ke markas BPBD di jalan raya Pati-Kudus, melainkan langsung menuju ke TPU di Langgenharjo.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samis News” (SN) saat di TPU Tengahan Kuryokalangan, bahwa hal itu harus dilakukan mengingat mobil ambulans pembawa jenazah dari RSUD dokter Soetrasno Rembang yang beroperesi di hari Minggu hanya satu. Padahal, dua jenazah almarhum dan almarhumah sebelum meninggal memang sempat dirawat di rumah sakit tersebut.

Peti jenazah almarhum warga Kuryokalangan, Kecaatan Gabus saat diusung dan tiba di atas lubang makam kemudian modin setempat pun mengumandangkan adzan dan qomat, di TPU Tengahan desa setempat.(Foto:SN/aed)

Karena itu yang harus dikirim ke lokasi pemakaman terlebih dahulu, adalah almarhum mengingat jaraknya juga lebih jauh bila dibanding yang di Lenggenharjo, Juwana. Akan tetapi terlepas dari itu, Begitu jenazah tiba di desa Kuryokalangan sempat berhenti di tepi jalan tak jauh dari rumah duka untuk dishalatkan terlebih dahulu oleh para pelayat dengan posisi jenazah tetap berada di dalam ambulans.

Lagi pula, ruas jalan itu adalah juga jalan menuju ke TPU sehingga apa yang menjadi kehendak warga pun dipenuhi. Sedangkan permintaan lainnya, lingkungan rumah duka harus dilakukan penyemprotan disinfektan secara maksimal, sehingga hal itu harus dilakukan saat jenazah harus mendekati rumah duka, dan pelaksanaan pemakaman pun berlangsung lancar.

Tim pemakaman saat memasukkan peti jenazah ke dalam lubang makam dan kemudian menguruk/menutupnya.(Foto:SN/aed)

Saat peti jenazah almarhum warga Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, sudah dimasukkan ke lubang makam, maka sopir ambulans dari RSUD dr Soetrasno Rembang pun segera buru-buru meninggalkan TPU tersebut. Sebab yang bersangkutan harus segera mengusung lagi jenazah seorang perempuan, warga Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, dan selanjutnya untuk dimakamamkan di TPU desa setempat petang atau malam ini juga.