Pulang dari Jakarta Berhenti di Halte Puri Harus Menjalani Rapid Test

0
117
Rapid Test terhadap para pemudik yang baru datang dari Jakarta dan turun di Halte Puri Pati, pada Selasa (27/10) tengah malam harus menjalani Rapid Test yang dilakukan personel kesehatan bersama Dinas Perhubungan (Dishubub) Kabupaten Pati.

SAMIN-NEWS.com , PATI – Untuk mengantisipasi dan mendeteksi dini terhadap warga Pati atau lainnya yang baru datang dari Jakarta dan turun di Halte Puri, Pati harus menjalani Rapid Test. Hal itu dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat bersama jajaran personel kesehatan, dalam upaya melaksanakan perintah Bupati Haryanto.

Karena itu, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko AP MSi bersama Sekretaris Dishub Indri Nugraheni SE MM Akt  pada tengah malam tersebut hingga dinihari harus berada di lokasi itu. Sebab, siapa pun yang baru turun dari bus jurusan Jakarta – Pati di halte itu, diminta untuk berhenti sejenak, sambil beristirahat untuk kepentingan pemeriksaan rapid test.

Dengan demikian, paparnya, jika ada yang terpapar reaktif maka langkah-langkah penanganan atau langkah antisipatif sudah disiapkan. ”Di antaranya adalah membawa yang bersangkutan berdasarkan hasil rapid tersebut ke tempat karantina, dan kami juga siap memberi tahu atau menyampaikan berita tersebut kepada keluarganya yang ada di Pati,”ujarnya.

Rapid Test terhadap para pemudik yang baru datang dari Jakarta dan turun di Halte Puri Pati, pada Selasa (27/10) tengah malam harus menjalani Rapid Test yang dilakukan personel kesehatan bersama Dinas Perhubungan (Dishubub) Kabupaten Pati.

Hal tersebut, lanjutnya, tergantung saran dan petunjuk petugas kesehatan yang melakukan Rapid Test, meskipun Dishub adalah pihak yang menyelenggarakan. Sebab, upaya antusipasi dan deteksi dini terhadap kemungkinan masih menyebarnya virus Covid-19 di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini memang bisa terjadi setiap saat, dan tak bisa dihindari.

Mengingat tujuan mudik dengan bus malam adalah berkait dengan adanya libur panjang, maka pada dini hari itu penumpang yang turun di halte dan menjalani rapid test, jumlah seluruhnya ada 40 orang. Ternyata dari mereka tidak ada satu pun yang reaktif, atau dengan kata lain, bahwa semua dalam kondisi sehat.

Melalui upaya deteksi dini, misalnya mereka yang baru datang untuk berkumpul dengan keluarga maupun sanak famili lainnya sebagaimana kebiasaan bila ada keluarga yang baru pulang dari rantau, tentu tak perlu dikhawatirkan. ”Lagi pula, dalam pelaksanaan rapid test tersebut mereka didata baik dari KTP dan juga nomor ponselnya,”imbuhnya.