Peningkatan Ruas Jalan Bajomulyo Harus Ditutup Total

0
28
Ujung gerbang masuk di Desa Kebonsawahan, Kecamatan Juwana yang akses ruas jalannya menyambung ke Bajomulyo juga di kecamatan setempat, dan harus ditutup total.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dipastikan mulai Rabu (14/10) akses ruas jalan dari gerbang Desa Kebonsawahan ke Bajomulyo, Kecamatan Juwana, ditutup total. Hal tersebut menyusul dimulainya peningkatan ruas jalan tersebut dengan konsruksi rigid beton yang akan menyambung dengan paket pekerjaan dengan konstruksi tak jauh berbeda, di Dukuh Karangmangu juga di Desa Bajomulyo yang kini menjelang berakhir.

Dengan ditutupnya total akses depan perempatan gerbang tersebut ke utara, maka akses kendaraan yang hendak menuju ke TPI Unit I, Pelabuhan, TPI Unit II, dan kawasan kolam tambat kapal, semuanya melewati Jl Hang Tuah. Syaratnya dengan catatan, akses ruas jalan tersebut hanya untuk ukuran kendaraan kecil, maksimal ukuran Colt disel.

Hal tersebut, kata salah seorang pelaksana lapangan rekanan pemenang tender proyek ruas jalan itu, amin, untuk kendaraan bermuatan berat termasuk kontainer pengangkut ikan yang hendak masuk ke TPI Unit II Juwana juga dilarang. ”Apalagi, warga Desa Bajomulyo, dan utamanya adalah warga Karangmangu, jelas tidak memperbolehkan lewatnya kendaran bermuatan berat maupun kendaraan besar lainnya lewat di ruas jalan tersebut,”tandasnya.

Ujung jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan ”Maling Mati”, masuk ke Jl Hang Tuah dari Jl Sunan Ngerang Juwana.

Mengingat hal tersebut, lanjutnya, maka kini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk penutupan total ruas jalan yang di Bajomulyo, karena upaya mengerjaklan rigid beton di ruas jalan itu juga akan dimaksimalkan. Yakni, tidak hanya satu ruas baik sisi barat maupun sisi timur jalan melainkan sakaligus dua ruas atau dua lajur kiri dan kanan.

Pertimbangnnya, karena ruas jalan dari ujung selatan dan ujung utara ditutup total, maka untuk melaksanakan pekerejaan konstruksi rigid beton langsung dimaksimalkan menjadi dua lajur kiri dan kanan, dengan lebar maksimal 7 meter. Dengan demikian, umur beton tersebut antara ruas kiri dan kanan tidak saling menunggu tapi bisa bersamaan.

Dengan kata lain, hal tersebut memanfaatkan waktu penutupan akses ruas jalan Bajomulyo itu secara maksimal, sehingga pelaksanaan pekerjaan rigid beton yang dilakukan satu sisi lebih dahulu akan bisa dilaksanakan bersamaan. ”Untuk akses penutupan jalan ke Bajomulyo kami sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati dan jajaran Satlantas,”imbuhnya.