Padatnya Arus Lalulintas Dipastikan Hambat Pelaksanaan Pekerjaan Rigid Beton Jalan Bajomulyo

0
39
Kepadatan kendaraan yang melintas sehari-hari di ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana dan juga di ruas jalan Karangmangu, desa setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Para pelaksana pekerjaan di lapangan dari rekanan pemenang tender Kerja Sama Opersional (KSO) untuk paket peningkatan ruas jalan dengan konstruksi rigid beton, di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana,  Senin (5/10) hari ini seharusnya sudah mulai melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab rekanan tersebut. Akan tetapi, hingga siang hari tadi belum ditemukan upaya terbaik dalam menghadapi padatnya arus kendaraan yang tiap hari melintas di ruas jalan tersebut.

Semua kendaraan jenis truk pengangkut ikan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II Juwana juga, ada truk tanki pengangkut air bersih, tanki bahan bakar, dan kendaraan roda tiga yang juga pengangkut ikan. Kondisi tersebut juga diperburuk dengan banyaknya ”dump truck” pengangkut meterial jenis tanah uruk yang melintas di ruas jalan Bajomulyo.

Khusus hal yang disebut terakhir, papar beberapa pekerja, saat ini di lokasi kawasan kolam tambat kapal juga tengah berlangsung pengurukan tambak milik warga sehingga satu-satunya akses jalan hanya lewat di Bajomulyo. ”Dengan banyaknya kendaraan yang lalu-lalang di ruas jalan tersebut, praktis tidak ada tempat untuk alat berat jenis ekskavator di lokasi itu,”ujar salah seorang di antara mereka, Galuh.

Rambu-rambu untuk kini tengah dipersiapkan untuk dipasang di lokasi akses ruas jalan Bajomulyo yang ditingkatkan dengan rigid beton.

Padahal, lanjutnya, hari ini seharusnya alat berat jenis ekskavator sudah ditempatkan di lokasi paket pekerejaan peningkatan ruas jalan Bajomulyo. Paling tidak alat berat itu sudah bisa beroperasi untuk membersihkan bagian tepi jalan di sisi barat maupun timur, karena sepanjang lebih dari 300 meter dari ujung utara ke selatan adalah lokasi pelaksanaan pekerjaan pembuatan talut, sehingga untuk menggali lubang fondasi talut tentu harus digali.

Di sisi lain, pekerjaan yang mengtikuti dimulainya pembuatan lubang fondasi adalah penembatan material batu dan pasir, dan hal itu juga belum bisa dilakuan tapi sudah ada solusi bahwa material tersebut harus ditempatkan di jalan. Dengan demikian, maka akses jalan dari selatan ke utara dari gerbang/gapura Desa Kebonsawahan jika sampai di pertigaan menuju ke timur kendaraan dibelokkan ke arah tersebut menuju TPI Unit II lewat di ruas jalan di Karangmangu Desa Bajomulyo.

Permasalahannya, di ras jalan itu juga berlangsung pekerjaan peningkatan ruas jalan sepanjang 420 meter juga dengan rigid beton, dan konstruksi itu belum bisa dilewati, Karena itu, jika kendaraan dari selatan setelah sampai di TPI Unit II harus melintas satu-satu, dan kembalinya dari utara harus tetap lewat di jalan tersebut.

Dengan kata lain, akses jalan Bajomulyo setelah pertigaan ke utara ditutup total untuk melaksanakan pekerjaan pemangan talut sampai peningkatan ruas jalan dengan pelapisan aspal biasa. ”Jika rekayasa lalu lintas itu tidak diberlakukan, maka pelaksanaan pekerjaan jalan Bajomulyo akan terhambat setiap harinya,”imbuh dia.