Tadi Malam Satu, Pagi Ini Tiga Jenazah Dimakamkan dengan Standar Protokol Covoid-19

0
467
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya.
Mobil pemakaman yang mengangkut tim personel pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 BPBD setempat, saat meninggalkan markas menuju ke lokasi penakaman.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jumat (18/9) malam (tadi malam) sekitar pukul 20.30 Tim Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19, harus kembali bergerak melaksanakan tugas setelah siang sebelumnya melaksanakan pemakaman jenazah seorang perempuan warga Desa Sidokerto, Kecamatan Kota Pati. Sedangkan sasarannya semalam tak lain ke Desa Karangwage, Kecamatan Trangkil untuk memakamkan jenazah seorang perempuan dengan standar yang sama.

Sebelum meninggal almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Margoyoso, dan semalam pemakaman tersebut berakhir sekitar pukul 23.00. Akan tetapi, Sabtu (19/9) pagi ini, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, sudah menerima pemberitahuan agar kembali menyiapkan tim pemakaman dengan standar protokol Covid-19 dari dua rumah sakit.

Ketika ditanya berkait hal tersebut, Budi Prasetya membenarkan, sehingga seusai apel pagi pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim pemakaman dengan jumlah personel ekstra atau lebih dibanding  saat pemakaman hanya berlangsung di satu lokasi dengan jarak dan rentang waktu berbeda. ”Hari ini tim harus bergerak ke tiga lokasi secara berturut-turut,”paparnya.

Saat mobil pengangkut personel tim pemakaman bergerak meninggalkan markasnya di jalan raya Pati-Kudus KM 3, mobil bak terbuka pengangkut kelengkapan dan perbekalan bergerak mengikuti di belakangnya.

Karena itu, lanjut Budi Prasetya, mulai pukul 09.00 tadi pihaknya terlebih dahulu harus mengirim tim ke lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Tlogorejo, Winong yang jaraknya terhitung lebih jauh dibanding dua desa lainnya. Di desa tersebut seorang laki-laki harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19 setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.

Selesai pemakaman jenazah almarhum di TPU desa itu, tim harus bergerak menuju ke Desa Karaban, Kecamatan Gabus, tanpa harus kembali ke markas melainkan langsung, yaitu yang lebih cepat adalah lewat Winong-Gabus ke lokasi TPU tersebut. Di desa ini juga harus dimakamkan jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal juga sempat dirawat di RS yang sama, KSH  Pati.

Jika pemakaman di TPU desa itu berjalan lancar, atau paling tidak tim tidak perlu menunggu kedatangan jenazah dari RS terlalu lama, maka siang ini diharapkan langsung bisa menuju TPU di Desa Ngarus, Kecamatan Kota Pati. ”Di TPU kawasan perkotaan ini juga dimakamkan jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal sempat dirawat di RS dr Kariadi Semarang,”imbuh Budi Prasetya.