Semak di Lingkungan Stadion Joyokusumo Dibersihkan

0
48
Personel yang bertugas menangani kebersihan Stadion Joyokusumo melakukan pembersihan semak-semak di luar lapangan dalam lingkungan stadion tersebut.
Personel yang bertugas menangani kebersihan Stadion Joyokusumo melakukan pembersihan semak-semak di luar lapangan dalam lingkungan stadion tersebut.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Upaya mengurangi banyaknya tikus jenis ”werok” yang membuat lubang atau sarang di luar lingkungan lapangan Stadion Joyokusumo Pati, maka pembersihan terhadap semak-semak di kawasan lingkungan tersebut dilakukan. Personel yang bertugas menangani kebersihan dengan mesin pemotong rumput, mulai membersihkan semak dan tumbuhan ilalang di sisi selatan.

Berkurangnya semak-semak liar, maka sarang/lubang yang digunakan persembunyian tikus jenis itu akan tampak, sehingga jika nanti harus dilakukan pembasmian titik-titik lubangnya sudah diketahui. Hanya kapan waktunya untuk melaksnakan hal itu belum terjadwalkan, karena jika hal tersebut terabaikan maka tikus-tikus itu akan mengancam rumput sintetis stadion tersebut yang kini tengah dalam proses pemasangan.

Di antara pagar keliling ini terletak saluran pembuang (drainase) kawasan lingkungan Stadion Joyokusumo.
Di antara pagar keliling ini terletak saluran pembuang (drainase) kawasan lingkungan Stadion Joyokusumo.

Dari lubang-lubang tempat bersarangnya binatang penggerat tersebut, ungkap penanggung jawab kebersihan  stadion itu, Narto, terbanyak memang di bawah tiang pagar besi yang mengelilingi luar lapangan. ”Di bawah pagar batas kawasan lapangan itulah terdapat saluran pembuang (drainase) air bila selesai turun hujan,” ujarnya.

Mengingat munculnya tikus ”werok” dari sarangnya di bawah pagar itu, lanjutnya, maka setelah membersihkan semak-semak tentu harus dilanjutkan pembersihan rumput yang ada di tempat tersebut. Sehingga hal itu cukup membutuhkan waktu, sehinggga uoaya mencegah munculnya ancaman serangan tikus tersebut terhadap rumput sintetis tetap harus diantisipasi sejak dini, agar hasil pekerjaan membangun lapangan rumput stadion yang sudah maksimal justru dihancurkan oleh binatang itu.

Masalahnya apa, karena tikus jenis itu jika sudah menyerang memang benar-benar ganas sehingga kucing lawannya untuk menghadpi saja justru berbalik tidak berani. Apalagi jika rumput sintetis itu justru dianggap sebagai tanaman padi yang baru tumbuh di persemaian, maka untuk membabatnya pasti tidak tanggung-tanggung, sehihgga harus ada kepedulian bersama untuk menjaga lapangan stadion ini.

Sebab, dalam hal mencari sasaran makanan binatang itu juga tidak pandang bulu, sehingga sampai sabun juga dicacah-cacah, sehingga untuk mengantisipasi terjadinya serangan binatang itu sejak dini maka harus dilakukan sebelum pekerjaan menggelar rumput sintetis selesai dilakukan. ”Bagaimana pun juga kami sangat menyesal jika sampai serangan tikus werok itu membabat rumput sintetis lapangan stadion,”tandasnya.