Komisi B DPRD Pati Respons Positif Pembangunan Kolam Tambat Kapal

0
101
Ketua Komisi B DPRD Pati, Sutarto Oen Thersa SH (no 1 dari kiri) bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Edy Martanto.
Anggota Komisi B lainnya dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Kolam Tambat Kapal di Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Menjelang berakhirnya hari kalender paket pekerjaan pembangunan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, Selasa (8/9) siang tadi, Komisi B DPRD Pati melihat langsung hasil pelaksanaan paket pekerjaan tersebut. Kunjungan ke lokasi proyek itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi yang bersangkutan, Sutarto Oen Thersa SH yang diikuti beberapa anggota, di antaranya Ir HM Sukarno dan H Hilal Muharrom ST.

Sedangkan dari kalangan eksekutif, selain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Eddy Martanto bersama jajarannya juga dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H Darno bersama pengawas lapangan. Ikut mendampingi adalah pihak pelaksana lapangan rekanan pemenang paket pekerjaan yang bersangkutan oleh Site Manajer, Amin, dan juga konsultan pengawas.

Dalam kesempatan tersebut, personel dari Komisi B sangat responsif atas upaya pihak eksekutif atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang mengembangkan pusat perekonomian di kawasan pantai dengan membuat kolam tambat kapal. ”Dengan demikian, jika paket pelaksanaan pekerjaan sarana penunjang kegiatan perekonomian tersebut tuntas, maka diharapkan kapal penangkap ikan yang mendarat tidak lagi sandar/tambat di sepanjang pinggir alur Kali Juwana,”ujarya.

Ketua Komisi B DPRD Pati Sutarto Oen Thersa tengah berbincang dengan personel dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, di lokasi pekerjaan kolam tambat kapal.

Karena itu, lanjutnya, ke depan kawasan ini harus benar-benar menjadi pusat pengembangan perekonomian dari sektor kelautan dan perdagangan, serta perindustrian. Dengan demikian, kawasan tersebut merupakan kawasan terpadu, sehingga konsep penataannya mulai dirumuskan kembali setelah salah satu sarana penunjangnya, yaitu kolam tambat kapal yang  nanti benar-benar bisa diwujudkan lengkap dengan unsur pendukungnya.

Khsus yang disebut terakhir, tentu harus bisa dipadukan dengan seluruh komponen pendukung, di antaranya kegiatan usaha pertokoan, perbengkelan, TPI, ”collstrage” dokking kapal, dan jangan lupa pusat kuliner khas yang terletak di kawasan pantai. Dengan kata lain, khusus untuk kuliner khas pantai tersebut, perlu dipikirkan mulai sejarang.

Tidak hanya itu, jika kuliner tersebut bisa dilaksanakan mulai sekarang maka pada saatnya nanti seluruh kawasan tambat kapal sudah benar-benar siap dioperasionalkan, maka  kuliner khas pantai itu sudah mulai berkembang dan menjadi kuliner pilihan. ”Apalagi, jika tidak kuliner jenis ikan bakar yang dari sisi pengadaan bahan bakunya  di Juwana untuk jenis ikan sebagai menu bakar-bakaran ini cukup banyak,”tandasnya.(ADV)