Anggota Komisi B HM Sukarno ; Ingatkan Soal Dampak Lingkungan Kolam Tambat Kapal

0
59
Salah satu personel dari Komisi B DPRD Pati, HM Sukarno dari Fraksi Partai Golkar.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Upaya pengembangan pusat perekonomian teradu seperti di kawasan kolam tambat kapal Juwana, diakui mempunyai proses ke depan cukup bagus oleh salah satu personel dari Komisi B DPRD Pati, Ir HM Sukarno. Sebab, di kawasan tersebut jika nanti sudah tuntas pelaksanaan pembangunannya akan benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi di Kabupaten Pati yang kawasan terpadunya benar-benar cukup representatif.

Kendati demikian,  papar yang bersangkutan dari Fraksi Partai Golkar tersebut, pihaknya juga sejak dini sudah mengingatkan, bahwa munculnya dampak lingkungan dengan dibangunnya fasilitas kolam tambat kapal juga harus dipertimbangkan secara maksimal. Sebab, lokasi kawasan tersebut adalah bagian dari wilayah pantau atau di kawasan hilir alur Kali Juwana.

Kondisi tersebut, atau dengan dibangunannya banyak fasilitas yang menggunakan aredal tambak yang menghendaki harus diuruk dan dipadatkan akan menghasilkan pekerjaan berubahnya areal tambak menjadi lahan/daratan. ”Hal itu menuntut konsekuensi logis pada saat datangnya musim penghujan, lebih-lebih bila cuaca tersebut sangat ektrem,”ujarya.

Dengan demikian, lanjutnya, dampak yang timbul adalah limpasnya air buangan dari hulu di kawasan sisi timur Lereng Muria melalui beberapa anak kali yang mengalir menuju ke alur Kali Juwana. Padahal, beberapa anak kali khusunya dari wilayah Kecamatan Wedarijaksa, seperti air Kaligung Wedi itu mengalirnya ke hilir adalah masuk ke Kali Juwana.

Dalam kondisi tersebut, jika alur kali tidak mampu menampung gelontaran air dari kawasan hulu, maka limpasnya adalah ke areal tambak milik warga di sekitarnya. Rata-rata untuk satu hektare areal tambak bisa menampung limpasan gelontaran air dari hulu maksimal 10.000 meter kubik, sehingga air itu tidak nenggenangi kawasan desa di sekitarnya.

Mengingat areal tambak jika nanti banyak yang diuruk untuk dijadikan tempat pusat kegiatan usaha, maka bila sampai terjadi limpasan air dari alur kali yang rata-rata sudah menyempit maka tidak ada areal tambak lagi yang bisa menampung, maka banjir di kawasan tersebut pun tak bisa dihindari. ”Karena itu, sebagai persiapan antisipasi maka alur kali di sebelah kolam tambat kapal harus juga dinormalisasi,”tandasnya.(ADV)