Ada Proyek Pamsimas Teka-teki Senilai Lebih dari Rp 300 Juta

0
103
Ini pengoboran sumur di sisi kanan bak reservoir Pamsimas III Beringin Jaya, di Desa Beringin Wareng, Kecamatan Winong, Pati beberapa hari lalu.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Beberapa hari sebelumnya saat SAMIN-NEWS (SN) melakukan pengecekan dan pemantauan pengeboran sumur untuk menunjang Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Beringin Jaya III, di Desa Beringin Wareng, Kecamatan Winong, Pati, pekerjaan tersebut tengah berlangsung. Akan tetapi, untuk pengecekan, Senin (7/9) hari ini pelaksanaan pengeboran sumur sudah berakhir.

Bahkan, kata salah seorang pekerja ketika ditanya dengan kegiatan pekerjaan yang dilakukan tersebut membuahkan hasil, yaitu keluar air atau tidak, hanya dijawab singkat, ”keluar.” Akan tetapi ketika kembali ditanya, air yang keluar tersebut asin atau tidak, tidak ada yang menjawab, demikian pula saat ditanya sudah selesai, juga hanya dijawab singkat, ”akan pindah tempat,” tanpa menjelaskan ke mana tempat berpindahnya.

Akan tetapi yang jelas, semua peralatan kerja sudah diusung dan dinaikkan ke atas kendaraan bak terbuka. Sedangkan pekan lalu ketika ditanya, seorang pekerja yang sama waktu pelaksanaan pengeboran akan berlangsung lebih dari satu setengah bulan, dan mereka diberi waktu oleh pemberi pekerjaan selama 60 hari, sudah berlangsung hampir 30 hari.

Berkemas para pekerja yang melakukan pengeboran sumur di Pamsimas Beringin Jaya III, di Desa Beringin Wareng, Kecamatan Winong, Pati, mulai berkemas-kemas untuk meninggalkan tempat, Senin (7/9) tadi pagi.

Untuk proyek pengeboran sumur Pamsimas sesuai biaya yang dikeluarkan dan tertera di papan proyek, adalah senilai Rp 306.250.000, di antaranya yang bersumber dari APBN sebesar Rp 245 juta. Sedangkan berdasarkan keterangan pekerja yang melaksanakan pengeboran, pekerjaan yang dilakukan adalah pengeboran sumur dengan kedalaman mencapai 50 meter, dijamin pasti keluar air tanpa disebutkan air yang keluar dari sumur dengan kedalaman itu asin atau tidak.

Padahal, kawasan wilayah itu kondisinya selama ini jika dilakukan pengeboran sumur sampai dengan kedalaman maksimal itu airnya pasti asin. Akan tetapi proyek  Pamsimas yang sejak Tahun 2017 mengandalkan air dari embung disebelahnya yang ternyata sekarang kering kerontang, ternyata masih melakukan pengeboran di lokasi tersebut.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Koordinator Kegiatan Kemasyarakatan (KKM) Ahmad, tidak mengelak jika air yang biasa keluar di tempat tersebut asin, tapi untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut pihaknya¬† akan menanyakan hal tersebut terlebih dahulu kepada kepala desa. ”Tapi karena pengeboran sudah terlanjur di tempat itu terus bagaiaman, ya?”ujarnya.