Masuknya Trailer Pengangkut Ikan ke TPI Unit II Juwana Membingungkan

0
66
Saat situasi ramai produksi ikan tangkapan kapal yang merapat di TPI Unit II Juwana, halaman TPI setempat sudah dipenuhi kendaraan pengangkut ikan jenis boks truk berpendingin.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam waktu tidak terlalu lama lagi, kawasan lingkungan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II  Juwana, akan dipenuhi dengan lalu lalangnya kendaraan berat jenis trailer pengangkut ikan hasil tangkapan di perairan Papua. Kendaraan tersebut akan berdatangan dari Pelabuhan di Banyumangi maupun Tanjung Perak Surabaya, sehingga dipastikan tidak ada halaman TPI yang kosong untuk parkir kendaraan itu sebelum membongkar muatannya.

Apalagi, dalam keseharian seperti sekarang atau setelah kapal penangkap ikan jenis ”Pursesaine” juga mulai merapat, untuk membongkar dan melelangkan ikan tangkapnnya di TPI Unit II. Hal itu juga ditambah lagi dengan ramainya kedatangan kapal penampung, sehingga kendaraan boks truk pengangkut yang berpendingin pun sudah antre berderet dan berjubel untuk membawa muatan ikan para pedagang langsung ke kota-kota besar, termasuk juga ke Jakarta.

Karena itu, kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pengembangan TPI Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Dwi Endang Subekti, pihaknya harus melakukan antisipasi secara maksimal, semisal jika ada trailer pengangkut ikan belum jadwalnya tebang harus parkir jauh di luar TPI. ”Kendati demikian, upaya antisipasi itu dipastikan belum bisa menyelesaikan permasalahan,”paparnya.

Begini suasana ramainya para bakul saat harus mengikuti lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II Juwana.

Sebab, lanjut dia, pihaknya sebentar lagi juga harus memperbaiki pelataran di lingkungan TPI yang sudah lama mengalami kerusakan, sehingga hal tersebut tentu akan  diwarnai pula oleh ramainya para pekerja proyek. Dengan demikian kawasan lingkungan TPI juga pasti bertambah ramainya lalu lang kendaraan pengangkut ikan, belum lagi jika nanti kendaraan bermuatan berat juga masuk di kawasan lingkungan yang sama.

Sedangkan kondisi lainnya juga pasti akan terjadi di jalan menuju lokasi TPI, baik yang hendak masuk maupun keluar karena akses beberapa ruas jalan juga belum maksimal, karena rencana peningkatan ruas jalan Bajomulyo menuju ke kolam tambat kapal dengan konstruksi beton rigid juga batal dikerjakan. Akan tetapi, salah satu ruas jalan yang menyambung dengan jalan di Bajomulyo, adalah jalan di Dukuh Karangmangu, desa setempat.

Akses ruas jalan ini sepanjang 400 meter lebih sekarang tengah dikerjakan upaya peningkatannya dengan konstruksi beton rigid, sehingga kendaraan yang hendak masuk maupun keluar TPI jarus diberlakukan sistem buka-tutup. ”Sebab, dalam kondisi ruas jalan yang tengah dikerjakan peningkatannya dengan konstruksi beton tentu harus dari satu sisi kiri atau kan yang didahulukan,”imbuh Dwi Edang Subekti.