Untuk Maju ke Top 99 KIPP Nasional Tahun 2020 Masih Butuh Persiapan Maksimal

0
40
Armada truk lengkap dengan bok pendingin yang siap mengangkut ikan hasil lelang para bakul maupun juragan juga bisa menjadi bagian dari proses lelang di TPI Unit II Juwana.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebagai persiapan upaya maju presentasi dan wawancara dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020 di Lingkungan Kementrian / Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD Kabupaten Pati masih harus melakukan langkah-langkah maksimal. Sebab, penilaian masuknya Sistem Informasi Pelelangan Ikan Pati (SIPIPA) dalam Top 99 Nasional bentuknya adalah penyajian video dan wawancara.

Padahal waktunya tinggal sepekan, karena Rabu (8/7) adalah jadwal Kabupaten Pati untuk menghadapi seleksi virtual tersebut, untuk menuju yang Top 45 KIPP. Dengan demikian sebelumnya haris lolos bersaing dengan peserta lainnya dari 99 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, maka rapat untuk keperluan tersebut bersama jajaran dari tim provinsi dan OPD terkait lainnya dari kabupaten sudah dilaksnakan Selasa (30/6) kemarin.

Sedangkan yang mendesak untuk dilakukan dalam persiapan ini, papar Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Dwi Edang Subekti, adalah materi yang akan dipaparkan melalui virtual atau zoom yang harus segera lebih disempurkan. ”Permasalahannya, video yang memuat sistem aplikasi SIPIPA tersebut masih menggunakan video lama,”ujarnya.

Maksudnya, lanjut dia, video-video inomasi yang dibuat dan diajukan waktu itu adalah ketika situasi dan kondisi masih normal, atau sebelum terjadi pandemi virus Corona (Covid-19). Dengan demikian, kondisi video inovasi lama ini tak bisa dipertahankan, karena tidak ada penerapan sistem protokol kesehatan, sehingga tidak ada jarak atau mencuci tangan dengan sabun dan ketentuan lainnya.

Karena itu, tambahnya, materi tersebut mutlak harus dipenuhi agar tidak hanya seadar menampilkan inovasi produk lama. Dengan demikian, Rabu (1/7) hari ini pihaknya menjalani kerja sama dengan pihak ketika untuk melakukan pengambian gambar/take dengan objek proses lelang ikan dengan protokol Covid-19.

Sebagai gambaran riilnya, adalah para bakul atau peserta lelang mulai masuk TPI Unit II Juwana selain harus mencuci tangan dengan sabun juga dicek suhu badan, memakai masker dan menjaga jarak antara satu dan lainnya. Akan tetapi barang kali juga ada tambahan ending pelaksanaan lelang, yaitu selesai lelang ikan darin TPI langsung masuk ke mobil pengangkut yang menggunakan sistem pendingin.

Semua materi tersebut akan siap disampaikan kepada Bupati untuk duicermati, Sabtu (4/7) karena materi harus sudah dikirim ke Tim Panel Independen, Senin (6/7) pekan depan. ”Dengan demikian jika ada perbaikan masih tertsedia waktu selama satu hari, yaitu Minggu (5/7),”imbuh Endang Dwi Subekti.