Tegalombo – Puncel Dibuka Jalan Darurat di Hulu Jembatan

0
76
Kepala Seksi (Kasie) Jembatan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Eny Istiana.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pernyataan keberatan para sopir ”dump truck” pengangkut material yang tiap hari melintas di jalur Puncel-Dukuhseti, karena dibongkarnya jembatan di ruas jalan di wilayah Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti Pati, menuntut konsekuensi. Yakni, para sopir atau perusahaan penambang meterial diharuskan membuat jalan sementara di hulu jembatan itu dengan cara menguruk lebar alur kali tersebut.

Sebab, kata Kepala Seksi (Kasie) Jembatan Bidang Binamarga Dinas Pekeraan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Eny Istiana, pekerjaan perbaikan jembatan itu bukan paket proyek yang ditenderkan melainkan swakelola yang sumber dan ya dari biaya pemeliharaan rutin. Karena itu tidak mungkin jika harus dikurangi untuk membuat jembatan atau jalan darurat, maka solusi terbaik adalah masing-masing pengguna utama harus menyadari hal itu.

Dengan demikian, mereka tidak lagi melintas lewat jalan desa yang dampaknya warga setempat pasti merasa keberatan atau mencari jalan alternatif lainnya. Yakni, lewat Desa Wedusan, karena hal itu sama saja mereka harus menempuh jarak terlalu jauh sehingga para sopir ”dump truck” ini akan kehilangan banyak waktu.

Sebuah alat berat milik DPUTR Kabupaten Pati saat membantu pembuatan jalan darurat bersamaan dibongkarnya jembatan di jalan raya Dukuhseti-Puncel, tepatnya du Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti Pati.(Foto:SN/ful)

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pihaknya menyediakan membantu alat berat tapi pengadaan meterial adalah dari perusahaan, di mana para sopir tersebut selama ini bekerja. ”Jika nanti jembatan sudah selesai dan boleh dilewati, silakan material yang sudah digunakan untuk keperluan tersebut dibongkar untuk diambil lagi,”paparnya.

Kendati demikian, lanjut Eny Istiana, pihaknya tetap juga  berpikir apakah jika nanti turun hujan dampak dari pengurukan alur kali untuk jalan darurat itu tidak menimbulkan genangan air di sekitarnya. Akan tetapi hal tersebut ditepis, karena saat ini sebenarnya sudah memasuki musim kemarau sehingga saat masih ada hujan turun pasti airnya meresap masuk ke dalam tanah.

Akan tetapi, pihaknya tetap konsekuen untuk bisa mempercepat bangunan jembatan yang akhirnya untuk bagian lantai menggunakan plat beton, sehingga harus melalui proses pembuatan kerangka besi. Untuk pekerjaan yang satu ini sudah mulai dirangkai di tempat lain, dan pekan depan sudah pasti selesai dikerjakan kemudian dilanjutkan dengan pengecoran untuk konstruksi betonnya.

Di sisi lain, pembuatan jalan darurat pasti sudah jadi sehingga ”dump truck” pengangkut material sudah bisa melintas di jalan darurat itu sehingga tidak lagi lewat jalan desa, atau memutar lewat Wedusan, Kecamatan Dukuhseti yang menuju Ngablak, Kecamatan Cluwak. Dengan jalan darurat tersebut jika tidak memungkin dilewati ”dump truck” dengan beban maksimal juga jangan dipaksakan.

Adapun yang terpenting, kendaraan dari dua arah bisa lewat dan jika tidak menungkinkan salah satu harus menunggu, sehingga tidak memunculkan masalah baru. ”Prinsipnya jika pembesian sudah selesai, maka pengecoran secepatnya akan dilakukan dan untuk pemanfaatannya tentu menunggu sampai umur beton cukup, yaitu maksimal selama 28 hari,”tambahnya.