Kepala Puskesmas Margorejo Sebut Stunting terdapat Penyakit Penyerta

0
79
Kepala Puskesmas Margorejo, Pati Budho Legowo.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Puskesmas Margorejo, Pati Budho Legowo menyebutkan bahwa yang menjadi lokus perhatian terhadap penyakit stunting di Kecamatan Margorejo adalah hanya satu desa dari empat belas desa. Disamping, sekarang ini terdapat wabah pandemi Covid-19, namun penyakit lain juga harus diperhatikan.

“Yang menjadi lokus kita adalah 1 desa dari 14 desa keseluruhan di Kabupaten. Yaitu Desa Langenharjo. Lokus sendiri merupakan tingkat gizi balita yang jumlahnya cukup lumayan,” paparnya di ruangannya saat dikonfirmasi Saminnews, Sabtu (18/7/2020).

Penyakit stunting telah ditangani oleh Puskesmas Margorejo sebagai pihak kesehatan yang berwenang dan yang memang berkompeten di bidangnya. Dalam pelaksanaannya pemberantasan penyakit stunting itu, dengan diambilkan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Bahwa, menurut Budho Legowo, setiap anak yang terjangkit stunting itu terdapat penyakit penyertaan. Tidak hanya satu entitas. Namun, terdapat satu-kesatuan antara penyakit satu dengan lainnya. Hingga menyebabkan tumbuh kembang anak terganggu serta berimbas pada Stunting atau kekerdilan. “Kita tangani dulu penyakit penyerta. Kita maksimalkan untuk perawatannya. Yang kemudian, baru kita tangani untuk gizi buruknya itu,” terangnya.

Penderita penyakit stunting, tidak bisa disembuhkan hingga seratus persen tiba-tiba langsung sembuh total. Tidak bisa seluruhnya sembuh bagi yang sebelumnya mengidap penyakit stunting. Penyebab utama stunting karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

“Dalam prosesnya sendiri butuh usaha penyembuhan waktu yang cukup lama, langkah penanganan yang serius. Terlebih, saya lihat itu juga ada pengaruh dari ekonomi keluarga,” tambah dia.

Dengan demikian, pihaknya pun berharap kepada pemerintah desa untuk memperhatikan warganya. Khususnya, bagi mereka yang perekonomiannya dibilang menengah-ke bawah. Jika terdapat masyarakat seperti itu, peran desa harus bisa memfasilitasi dalam rangka membantu. Hingga, pada akhirnya, gizi buruk oleh ibu hamil tidak terjadi. Yang pada akhirnya, resiko terjadinya stunting bisa diatasi dengan baik.