Kendala PJJ saat Pandemi Covid-19

0
21
Guru BK SMA N 3 Pati Mujiyani.

SMAIN-NEWS.com, PATI – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan oleh satuan pendidikan dimasa pandemi corona virus (covid-19) saat ini meski belum diaplikasikan dengan maksimum, tetapi sudah dinilai semakin membaik. Karena, perbaikan terus dilakukan oleh satuan pendidikan untuk menerapkan PJJ tersebut.

“Misalnya saja beberapa hari yang lalu kita ada workshop terkait penggunaan model PJJ melalui Microsoft 365. Dalam prosesnya menggunakan yang baik seperti apa, ataupun cara-caranya menggunakannya. Selain itu juga, ada aplikasi metode menggunakan Quipper,” kata Guru BK SMA N 3 Pati Mujiyani.

Pihaknya menuturkan memang PJJ bukanlah metode pembelajaran yang tanpa kendala. Karena, hal ini merupakan metode baru pada saat masa pandemi Covid-19 yang sangat merebak. “kendalanya adalah faktor jaringan provider yang kadangkala bermasalah, misalnya hilang jaringan. Biasanya itu yang dialami para siswa dalam PJJ,” terang dia.

Di samping itu, masih kata dia, selama ini kemampuan material atau finansial siswa dan orang tuanya juga berpengaruh. Hal ini dalam menyediakan fasilitas smartphone untuk digunakan anak/siswa saat PJJ. Oleh karena itu, ketika yang bersangkutan tidak ada fasilitas sebagai medium pembelajaran PJJ, adalah suatu kendala yang kita alami.

Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2020/2021 secara online. Pendaftaran dimulai pada tanggal 17 Juni s/d tanggal 25 Juni 2020. Serta diumumkan pada akhir bulan, yakni tanggal 30 Juni.

“Setelah itu (tahap pengumuman), selanjutnya tanggal 1 Juli dengan tahapan daftar ulang oleh siswa yang bersangkutan hingga berakhir pada tanggal 8 Juli nanti,” ucap Guru BK SMA N 3 Pati Mujiyani kepada media awak media Saminnews, Jumat (3/7/2020).

Sebanyak 432 calon siswa baru yang telah ditetapkan oleh PPDB Jateng di SMA tersebut. Meski begitu, pada saat berita ini ditulis jumlah calon siswa baru yang daftar ulang belum fix data yang masuk. Karena, proses tahapan daftar ulang masih berlanjut sampai tanggal 8 Juli, yaitu masih ada lima hari lagi.