Hewan Kurban Sebelum Dipotong Dicek Kesehatannya

0
101
Hewan kurban berupa sapi dari Bupati Haryanto dan Wakil Bupati Saiful Arifin untuk Masjid Besar Pati saat menjalani pemeriksaan, Kamis (30/7) sore kemarin (Foto:SN/dok-dispertan)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sudah menjadi ketentuan dan keharusan bahwa setiap hewan kurban baik sapi kerbau maupun yang lainnya sebelum dilakukan pemotongan untuk dibagikan dagingnya, terlebih dahulu harus diperiksa oleh dokter hewan (drh) maupun petugas kesehatan hewan lainnya. Hal  tersebut lazim disebut pemeriksaan ante mortem, dan pemeriksaan juga dilanjutkan setelah selesai pemotongan/penyembelihan.

Untuk keperluan itu, kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muhtar Effendi, pihaknya sejak Kamis (30/7) kemarin menerjunkan dua orang dokter hewan (drh) Nurcahyo dan Any Setiyowati, di antaranya ke Masjid Baitunnur. Di tempat tersebut, pemeriksaan diikuti pula oleh jajaran personel dari Pol PP, dan disaksikan dari pihak panitia kurban/Idul Adha dari takmir masjid besar setempat.

Apalagi, di tempat tersebut juga terdapat empat ekor hewan kurban berupa sapi dan selebihnya ada pula lima ekor kambing. ”Dari hewan kurban sapi sebanyak itu, dua di antaranya dari Pak Buati dan Pak Wakil Bupati, dan dua ekor lainnya dari jamaah masjid yang bersangkutan,”ujarnya.

Pemeriksaan bagian mulut seekor sapi yang akan dipotong sebagai hewan kurban.(Foto:SN/dok-andi)

Karena itu, lanjutnya, dua dokter hewan yang bersangkutan ditambah personel petugas dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pati. Khusus yang disebut terakhir Kabid Peternakan Andi Hera juga ikut serta di dalamnya, untuk melaksanakan pemeriksaan daging hewan kurban sehabis dipotong.

Pemeriksaan itu, di antaranya meliputi bagian kulit untuk mengetahui hewan kurban tersebut benar-benar sehat tidak mengidap penyakit kulit seperti kudis (gudik). Selebihnya juga pemeriksaan bagian telinga, apakah hewan kurban itu pada bagian itu menderita ”congek” atau tidak, sehingga semua bagian yang rawan menjadi tempat timbulnya penyakit diperiksa secara cermat.

Tak ketinggalan dan tak kalah penting yaitu  pemeriksaan mulut dan kuku untuk mengetahui bagian itu atau aman atau sebaliknya agar diketahui bahwa hewan kurban itu bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). ”Pemeriksaan secara fisik masih akan berlanjut, ketika hewan kurban selesai dipotong, yaitu diperiksa daging utamanya bagian organ dalam (jeroan),”imbuh Muhtar.