Dampak Ketidakjelasan Alokasi Bantuan Provinsi, Jalan Bajomulyo Kian Parah

    0
    41
    Kondisi ujung jalan masuk ke lokasi kolam tambat kapal di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati bila hujan deras mengguyur.(Foto:SN/aed).

    SAMIN-NEWS.com, PATI – Dampak tidak jelasnya  dana bantuan provinsi (Banprov) yang sudah dialokasikan untuk rencana peningkatan ruas jalan, maka kondisi yang muncul saat habis turun hujan adalah seperti ruas jalan menuju kelom tambat kapal. Tepatnya, di ujung jalan menuju lokasi tersebut berubah menjadi kubangan air berlumpur.

    Akan tetapi sebaliknya, jika kondisi sudah kering maka di ujung jalan masuk Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati tersebut berubah menjadi berdebu sehingga pihak yang berkompeten sampai saat ini belum mengambil langkah penanganan untuk mengatasi permasalahan itu. Pertimbangannya, ketika dilakukan perbaikan sekadarnya dikhawatirkan hal tersebut menjadi sia-sia, karena untuk keperluan itu juga membutuhkan biaya.

    Kepala Seksi (Kasie) Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, karena rencana peningikatan ruas jalan itu adalah untuk menunjang akses jalan menuju kolam tambat kapal. ”Apalagi akses jalan  menuju ke lokasi fasilitas yang kini tengah dibangun sudah maksimal,”ujarnya.

    Karena itu, lanjut dia, akses jalan yang dari ujung selatan berbatasan dengan Desa Kebonsawahan ke utara hingga ujung jalan menuju ke kolam tambat kapal sudah dioersiapkan rencana konstruksinya. Yakni, menggunakan rigit beton dengan lebar maksimal mencapai tujuh  meter yang alokasi anggarannya berasal dari Banprov sebesar Rp 8 miliar.

    Hanya ketika persiapan paket pekerjaan tersebut hendak ditenderkan, muncul kondisi yang mengharuskan rencana tersebut  dihitung ulang tapi sampai sekarang hasilnyta justru mengambang.  Dengan kata lain, banprov antara tetap dilanjutkan atau benar-benar dihentikan karena pertimbangan situasi pandemi virus Corona (Covid-19) pihaknya masih tetap menunggu.

    Lain halnya pelaksanaan pekerjaan peningkatan ruas jalan yang sumber pendanaannya dari dana alokasi khusus (DAK) memang benar-benar sudah dicabut atau dihentikan. ”Di antaranya adalah peningkatan ruas jalan Jakenan-Jaken yang alokasi pagu anggarannya mencapai Rp 14 miliar, dan ada juga peningkatan ruas jalan Pati – Gabus,”imbuh Hasto Utomo.