Dalam Tiga Hari, Tiga Warga Kabupaten Pati Meninggal Sebab Covid-19

0
106
keterangan yang tertulis pada laman Web https://covid19.patikab.go.id/v3/.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kabupaten Pati dirundung duka lagi akibat beberapa warganya, sejak hari Rabu (8/7) tempo hari terdapat (3) tiga pasien positif terpapar virus Corona (covid-19) meninggal dunia. Pada hari tersebut, pasien laki-laki positif yang berasal dari Desa Pakuwon, Kecamatan Juwana, Pati terdata di Rumah Sakit (RS) Moewardi Solo untuk perawatan tidak bisa, namun sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Sedangkan pasien yang kedua, seorang warga Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Pati. Pasien perempuan itu, pada hari yang sama meninggal di tempat rumah sakit sama pula di Moewardi Solo. Kemudian, Informasi yang dihimpun Saminnews, bahwa almarhumah mempunyai riwayat penyakit lain, yaitu mempunyai radang Paru-paru.

“Itu yang terpapar ialah dengan jenis kelamin perempuan. Sebelumnya, almarhumah dirujuk dari RS Fastabiq menujub rumah sakit Moewardi Solo untuk menjalani perawatan medis,” kata Kepala Desa Asempapan melalui Kasi Pemerintahan Edi Supriyanto di Balaidesa setempat, Jumat (10/7/2020).

Sementara yang ketiga, kejadian meninggalnya baru tadi malam. PDP tersebut dirawat di rumah sakit Fastabiq, Pati. Bahwa pasien telah dilakukan upaya swab test dari pihak rumah sakit guna deteksi secara lebih akurat. Yang hasilnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Menurut laman Web covid-19 yang dikelola pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan hingga saat ini hari Jumat (10/7) pukul 07:00 WIB, tadi pagi sudah tercatat sejumlah 27 orang yang meninggal positif Covid-19.

“Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 67 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan total 25 orang, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sejumlah 16 orang,” keterangan yang tertulis pada laman Web https://covid19.patikab.go.id/v3/.

Sedangkan dalam laman web itu pula, dijelaskan bahwa di Kabupaten Pati untuk saat ini yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 4 (empat) orang. Namun, untuk perawatan dan penanganannya sendiri berada pada rumah sakit yang berbeda.

Adapun bagi yang ditracing serta diupayakan rapid test, sebagai pe deteksi awal bagi seseorang. Jika hasilnya disebut reaktif, maka pihak Pemkab Pati telah bekerjasama dengan Hotel Kencana sebagai tempat isolasi atau karantina. Namun juga bisa dilakukan dengan isolasi secara mandiri.