Adu Cepat Pemdes Ngagel Menangani Covid-19

0
39
Kades Ngagel Suwardi di Balaidesa setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Penanganan virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 secara data dan fakta terus beradu cepat dengan waktu. Pasalnya, akhir-akhir ini publik warga Pati terus mendengar kabar sebagian masyarakat telah terpapar dan positif covid-19. Yang pada sebagiannya lagi, juga tak luput dari kabar duka kematian.

Misalnya, pada Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati salah satu warganya kini dirawat di rumah sakit Fastabiq karena terjangkit Covid-19. Dengan demikian, pemerintah desa terus berupaya berbagai langkah untuk diambil segera. Hal itu, dalam rangka perang waktu pendeteksian persebaran covid-19 terhadap persebaran virus di tengah masyarakat.

Dari langkah itu, praktis setelah diketahui pemetaan penyebaran virus. Pemangku kebijakan mengambil segenap langkah. Yang diantaranya upaya tracking atau pelacakan dan penelusuran, langkah medis melalui upaya pengecekan kondisi tubuh dengan rapid test serta swab test.

Berbagai arah terus dipersiapkan, yang tidak hanya dalam segi medis. Pun, melainkan dengan langkah pembatasan sosial. Yaitu physical distancing sebagai pembatasan gerak fisik terhadap suatu kerumunan kelompok masyarakat.

“Warga memang benar ada yang terpapar covid-19. Jadi kita tracking awal untuk dilakukan rapid test tingkat keluarga inti. Sebanyak 6 orang kita minta dirapid test dan juga isolasi mandiri di rumahnya,” kata Kades Ngagel Suwardi di Balaidesa setempat, Sabtu (11/7/2020).

Langkah tersebut merupakan salah satu sisi dari upaya penanganan. Sementara sisi lainnya adalah juga tak luput dengan upaya pencegahan pada bidang sosial masyarakat. Yaitu, dengan membatasi diri untuk benar-benar menjalankan tidak berkerumun. “Karena, kita tidak tahu siapa yang membawa virus dan dikhawatirkan menularkan kepada orang di sekitar,” imbuhnya.

Kendati demikian, kata Suwardi, pihaknya tidak melarang beraktifitas kesehariannya. Akan tetapi, yang perlu diingat dan diperhatikan adalah dengan menjalankan protokoler kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun.

“Aktivitas masyarakat tidak kita larang untuk berjualan di pasar Ngagel. Mereka masih seperti biasanya. Namun, disamping itu harus selalu memperhatikan memakai masker dan juga cuci tangan,” pungkasnya.