22 Balita Alami Penyakit Stunting di Desa Langenharjo

0
24
Kasi Pembangunan Desa Langenharjo Ngusman.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kasus stunting yang melekat pada Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Pati telah dimulai pada tahun 2019 kemarin. Berkaitan dengan hal itu, pihak desa setempat membuat akselerasi penanganan kasus. Yaitu berupa pembiayaan anggaran maupun penyediaan sarana dan prasarana.

Bahwa Desa Langenharjo menurut data dari pihak desa memaparkan terdapat 22 kasus anak/balita yang mengalami masalah Stunting (pendek) tubuh fisiknya. Di Pati dengan untuk desa stunting terdapat 12 desa yang masuk kategori.

“Kasus stunting itu kan sudah dimulai tahun 2019, jadi kita tangani dengan pembuatan pos-pos gunanya untuk itu. Ada pos stunting, pos balita, maupun pos integrasi. Jadi dikumpulkan semua, pos dobel-dobel yang integrasi dalam rangka untuk pengentasan stunting,” kata Kasi Pembangunan Desa Langenharjo Ngusman baru-baru ini.

Namun, secara tepatnya pihaknya tidak memastikan pada tanggal dan bulan berapa data stunting dikumpulkan itu. Hanya saja, penganggaran dari desa untuk penanganan stunting dimulai pada bulan Januari awal tahun 2020 ini. Pembiayaan diambilkan dari desa sejumlah kurang lebih 90 juta rupiah. Angka itu berdasarkan secara penghitungan oleh kader maupun bidan desa.

Berkaitan dengan penanganan stunting, tidak bisa dianggap sebelah mata. Upaya desa Langenharjo adalah mempersiapkan dengan segala fasilitasi. Mulia pembiayaan maupun penyiapan dengan sarana tersebut.

“Berapapun nilainya itu, yang buat diketahui oleh para kader pos, dari bidan desa, maupun BPD desa. Jadi kami dalam rangka pengentasan penyakit stunting itu, berapapun kami tidak tawar-menawar,” Ngusman menjelaskan.

Bukan hanya program pengentasan penyakit stunting, namun, semua persoalan yang berkaitan dengan kesehatan desa harus diprioritaskan. Hal itu adalah amanat dari pemerintah pusat untuk mendukung program nasional berkaitan dengan pembangunan dari bawah dalam hal ini desa.

“Jadi, bukan hanya desa Langenharjo, tapi semua desa di Indonesia akan menganggarkan dana desa untuk kesehatan. Harus dicantumkan anggaran berkait kesehatan. Karena itu adalah sesuai permintaan pak Jokowi,” tambahnya.