Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai Membatalkan Pembahasan RUU HIP

0
24
Ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Pati Yusuf Hasyim.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bersama dengan sejumlah tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan juga pemuda, pada hari Jumat (26/6) kemarin, menggelar audiensi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati untuk menyampaikan sikap terhadap Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Hal ini dikarenakan, RUU HIP tersebut dinilai dapat merongrong ideologi negara dan bisa menyebabkan konflik. Apalagi dengan adanya  hal tersebut, dinilai bisa menyusutkan lima sila yang kemudian hanya menjadi tiga aturan (trisila) serta empat aturan (ekasila).

Oleh sebab itu, pada Rabu tanggal 1 Juli nanti, beberapa lintas tokoh agama dan masyarakat akan menggelar aksi damai yang bertajuk penolakan sikap RUU HIP oleh DPR RI agar dibatalkan. Langkah ini merupakan aksi tindak lanjut terhadap audiensi sebelumnya yang meminta pembahasan RUU itu tidak diteruskan.

“Besok Rabu, 1 Juli 2020 Aksi Damai pembacaan pernyataan sikap tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh daerah di Gedung DPRD jam 09.00. Untuk meminta membatalkan pembahasan RUU HIP,” kata Ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Pati Yusuf Hasyim, Sabtu (27/6/2020).

Pembahasan RUU HIP ini jika tetap terus diproses, dikhawatirkan akan menimbulkan kekacauan dan konflik di tengah masyarakat maupun oleh pejabat publik. Karena, dasar ideologi negara dan berbangsa ini sudah menjadi falsafah yang dibentuk oleh para founding father (pendiri bangsa) terdahulu dengan melibatkan ulama melalui serangkaian waktu panjang yang keras.

Pancasila merupakan dasar ideologi bangsa dan negara yang sudah final. Dasar ideologi pandangan kehidupan ini sudah diterima sebagai sesuatu yang bersifat final. Penerimaan ini sudah kuat dan mengakar, tidak diperlukan penguatan apa pun.

Dengan demikian, draft RUU HIP dianggap tak memiliki urgensi, banyak pihak menilai RUU HIP berpotensi menimbulkan konflik ideologi. Padahal, Pancasila merupakan sebuah pondasi bangunan keindonesiaan, yang nilai-nilainya sudah berakar kuat dalam sanubari rakyat.

“Itu yang menjadi harapan dan tujuan kami beserta tokoh yang lain dalam aksi pernyataan sikap damai atas RUU itu. Tindakan segenap masyarakat ini tak lain, yaitu mengambil sikap dalam menyalurkan aspirasi untuk meminta membatalkan pembahasan RUU HIP,” pungkasnya.