Kepala Diskominfo Monitoring Pencairan BLT DD di Kecamatan Tayu

    0
    98
    Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati mengawal dan monitoring pelaksanaan pencairan bantuan.

    SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebanyak 8 (delapan) desa di Kecamatan Tayu pada hari Selasa (23/6) hari ini, mencairkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bulan 2 tahap 2 di Balaidesa masing-masing. Untuk hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati Indriyanto mengawal dan monitoring pelaksanaan pencairan bantuan.

    “Ada 8 (delapan) desa di Kecamatan Tayu pada hari ini menyalurkan BLT DD. Karena pentingnya bantuan ini (BLT) perlu pengawasan dari pemerintah untuk memastikan bahwa benar-benar tepat sasaran,” ujarnya kepada awak media Saminnews.

    Daftar delapan desa yang menyalurkan bantuan BLT tahap 2 itu diantaranya, yakni Tayu Kulon, Kalikalong, Bulungan, Dororejo, Jepat Lor, Keboromo, Bendokaton Kidul dan terakhir yaitu Desa Kedungbang, kata Indriyanto berdasarkan data Jadwal Pembagian Penerima BLT-DD tahap 2 tahun 2020.

    Pelaksanaan pembagian BLT DD itu sendiri dilakukan pada masing-masing desa tidak sama. Yaitu dimulainya kegiatan ada yang pagi hari, serta ada pula yang siang hari. Bagian pagi dibagi pada pukul 09.00 WIB, sedangkan bagian siang disalurkan pada pukul 11.00 WIB.

    Indriyanto menambahkan, dari ke delapan desa yang mencairkan bantuan, Desa Bulungan merupakan desa yang paling banyak menyerap anggaran digunakan untuk pembiayaan BLT-DD. Sedangkan, alokasi anggaran yang paling sedikit yaitu pada desa Tayu Kulon.

    “Desa Bulungan menghabiskan anggaran senilai Rp 100.200.000 dan yang sedikit jumlahnya untuk program BLT-DD itu Desa Tayu Kulon hanya menghabiskan sejumlah Rp 63.000.000,” jelasnya berdasarkan data Pembagian Penerimaan BLT DD.

    Semakin gencar kegiatan pengawalan dan monitoring oleh stakeholder atau pemangku kebijakan dalam pencairan BLT DD ini merupakan upaya pemerintah agar kemanfaatan dana bantuan bisa dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Yakni, yang terdampak langsung oleh covid-19 atau orang miskin baru karena kehilangan mata pencaharian akibat wabah pandemi Covid-19.