Bukan dengan Kepala Kerbau, Larung Sesaji di Tayu Diganti Ayam Putih Mulus

0
193
Prosesi larung sesaji yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Prosesi larung sesaji yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati pada hari Senin (1/6) tadi pagi pukul 07:00 wib, hanya dilakukan dengan menggunakan ayam putih mulus. Hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kepala kerbau sebagai media sesaji larung.

“Menggunakan ayam putih mulus sebagai sesaji yang dilarung ke laut. Itu kan beda dengan yang sebelumnya, yang menggunakan kepala kerbau,” ujar Kepala Desa Sambiroto, Sulistiono kepada Saminnews, Senin (1/6/2020).

Sedari berbeda dengan tahun-tahun biasanya itu, dalam prosesnya sendiri masih tetap ada upacara selamatan. Karena tujuannya sendiri dari tradisi yang sudah lama dilakukan, merupakan upaya kita sebagai makhluk hidup meminta keselamatan dari sang Pemilik hidup. Sebagai langkah harmonisasi antara manusia dengan alam yang tentunya.

Lebih lanjut, dimaksud dari tujuan larung sesaji selamatan itu diharapkan ketika ada warga maupun sanak keluarga naik perahu dan atau lomban pribadi tak mendapat musibah. “kalau semisal sanak keluarga naik perahu/lomban pribadi diberi keselamatan, yang pada umumnya semua warga dijauhkan dari bakal dan mara bahaya,” imbuh Sulistiono.

Sebelumnya, lanjut dia, sesaji yang dipersiapkan dengan berbagai riasan janur itu disertai dengan doa bersama dengan beberapa warga setempat. Yang kemudian, sesaji yang berisi dari berbagai aneka hasil alam di masukkan ke dalam alat untuk seterusnya dialirkan dan dilarung ke laut.

“Malam sebelumnya, Pemdes setempat juga melakukan ritual bacaan Manaqiban. Yang bertempat di TPI Sambiroto yang dihadiri dari semua lembaga desa, Babinsa serta Babinkamtibmas,” lanjutnya.

Kendati berbagai persoalan saat ini yang timbul akibat efek berantai dari virus corona (Covid-19), tradisi adalah tradisi yang sudah menjadi budaya bagi warga Desa Sambiroto yang notabenenya berada di pesisir pantai. Dengan kata lain, tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan standar protokoler kesehatan agar tak membuat acara keramaian. Di sisi lain, larung sesaji secara sederhana tak banyak orang masih bisa dilaksanakan sebagai penghormatan pada tradisi itu sendiri.