Satu Bayi PDP di Jepara Meninggal

0
157
(Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara, dr Fakhrudin).

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Pasien dengan inisial F, seorang bayi berusia 9 bulan dengan  status pasien dalam pengawasan (PDP), asal Desa Nalumsari, Jepara meninggal. Pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit (RS) di Jepara itu dimakamkan dengan pemulasaraan jenazah standar Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara, dr Fakhrudin, menjawab pertanyaan Senin (26/5) malam. Saat ini, katanya lebih lanjut, 13 orang yang dinyatakan reaktif dalam pemeriksaan Rapid Test tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan Gugus Tugas di desanya.

Sedangkan untuk pemeriksaan RDT  agresif masif menurut dia akan dilakukan di sejumlah tempat, antara lain pasar dan tempat umum lainnya yang banyak dikunjungi warga. ”Kami juga berharap terkait dengan silaturahmi yang diadakan warga setelah Idul Fitri tetap memperhatikan protokol kesehatan,”ujarnya seraya menambahkan, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan serta men jaga kondisi tubuh agar tetap bugar harus selalu dilakukan.

Selasa (26/5) hari ini, katanya lagi, sebanyak 13 orang yang berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test dinyatakan reaktif terhadap Covid-19 akan menjalani pemeriksaan swab dengan Test Cepat Molekuler (TCM) di RSUD RA Kartini. Pemeriksaan ini untuk kali pertama dilakukan setelah rumah sakit ini ditunjuk oleh Kemenkes RI.

Test cepat yang hanya memakan waktu sekitar 45 menit itu menggunakan metode pemeriksaan Polymirase Chain Reaction (PCR) melalui TCM yang sudah bisa dilakukan di RSUD RA Kartini. Dengan demikian, dapat dipastikan apakah yang bersangkutan terpapar vurus Corona atau tidak.

Ditambahkan, mereka adalah warga yang ditemukan dalam pemeriksaan RDT agresif masif hari Sabtu (23/5) lalu  di Pasar Jepara (1 orang) , Swalayan Tahunan dan Pasar Mayong sebanyak (9 orang). ”Hasil traccing dari kontak erat  RDT reaktif 2 orang dan 2 orang hasil RDP reaktif tersebut, adalah pemudik dari Bali  yang ditemukan sehari sebelumnya, Jumat (22/5),”imbuh dr Fakhrudin.