Puluhan Orang di Jepara Lakukan Isolasi Mandiri

0
169

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan bersama yang menjadi bagian dari Protokol Komunikasi  Penanganan Covid – 19 dan berlaku di tingkat nasional, salah satunya adalah penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat. Hal itu harus terus menerus dilakukan sebagai bentuk transparansi.

 

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus  Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jepara, dr M Fakruddin, Rabu (15/4) hari ini kepada awak media. Karena itu, pihaknya melalui media arus utama dan media online menyampaikan informasi terkait perkembangan penanganan Covid-19, dan bukan untik menumbuhkan rasa takut serta cemas di tengah-tengah masyarakat.

 

Kendati dinilai cukup baik, menurut Fakruddin, partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona masih perlu terus ditingatkan. Partisipasi tersebut nampak pada angka upaya isolasi mandiri yang dilakukan oleh warga, di mana berdasarkan pelacakan yang pernah berhubungan dengan penderita Covid-19, jumlahnya sampai saat ini ada 77 orang yang melakukan isolasi mandiri.

 

Dari jumlah yang terlacak ada tiga kasus positif Covid-19 tapi Satgas Desa dan Kecamatan sudah ikut berperan, sehingga GTPP lebih diarahkan  pada bidang logistik. ”Di antaranya adalah alat pelindung diri (APBD) dan peralatan medis,”ujarnya.

 

Harapan kita, katanya lebih lanjut, kita akan segera memiliki tempat khusus untuk isolasi mandiri. Dengan demikian fasilitas logistik, pengamanan, penanganan medis lebih terpadu oleh tim lintas sektor, sehingga orang yang melakukan isolasi mandiri saat ini mndapatkan mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala oleh tim medis.

 

Sedangkan pihak puskesmas di semua wilayah tiap hari juga harus melakukan pemantauan kesehatan, dan dua kali seminggu diperiksa oleh tim medis Puskesmas secara gratis. Bagi warga yang masuk kriteria Orang Tanpa Gangguan juga bisa dilakukan karantina mandiri, tapi Orang Dalam Pemantauan  dan Pasien Dalam Pengawasan dilakukan rawat jalan.

 

Untuk itu mereka bisa diberi obat serta dipantau secara secara khusus oleh petugas medis Puskesmas. ”Kelompok ini yang nanti akan diiprioritaskan untuk Rapid Test,”ujar Juru Bicara GTPP Kabupaten Jepara tersebut.(had)