Ramai Penemuan Kuburan Kuna di Cacah Sukoharjo

0
439
Warga secara bergantian terus menggali untuk bisa menemukan kuburan di lingkungan Punden Mbah Gamirah, di Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati.(Foto:SN/aed)


SAMIN-NEWS.COM  PATI-Beberapa hari terakhir ini, tepatnya sejak Sabtu (27/10), lokasi lingkungan Punden Mbah Gamirah, di Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, baik pagi, siang hingga sore ramai dikunjungi warga. Hal itu menyusul terbetiknya kabar santer, bahwa di lingkungan punden tersebut ditemukan kuburan kuna.
Jumlahnya disebut-sebut ada lima kuburan, dan semuanya masih terpendam di dalam tanah milik warga yang berbatasan dengan lingkungan  punden. Sedangkan Punden Mbah Gamirah sendiri, hanya  terdapat pohon beringin yang di bawahnya ada sumur dengan konstruksi dinding dari batu merah berbentuk tapal kuda, serta bangunan pendapa yang dilengkapi gardu penjaga.
Dari upaya warga yang dengan sukarela secara bergantian terus melakukan penggalian sejak itu hingga sekarang, karena bermula ditemukan fondasi batu merah bersusun rolak pada bagian bawah panjangnya rata-rata 30 cm, dan lapis di atasnya batu merah berukuran lebih kecil. Setelah susunan batu merah itu ternyata fondasi keliling yang bersusun, hasil penggalian tanah dengan kedalaman lebih dari satu meter itu ditemukan pula pelataran dengan konstruksi bahan yang sama.
Ramainya kabar tersebut, maka sudah barang tentu sampai di telinga sejumlah paranormal yang menyebutkan di lokasi yang digali itu terdapat kuburan yang jumlahnya ada lima. Akan tetapi dari hasil penggalian yang terus berlanjut belum juga ditemukan kecuali fondasi, pelataran, dan pasangan batu merah di tengahnya.
Semula dikira itu sebuah kuburan, ternyata bukan karena tidak ada batu nisannya, dan membujurnya pun bukan ke utara-selatan, melainkan ke timur-barat. Sehingga pasangan batu merah yang juga terpendam tersebut, ditengarai tempat meletakan sesaji, dan penggalian yang terus berlanjut itu menuju ke atasnya, dimulai dari sisi barat.
Di balik upaya warga yang terus melakukan penggalian, menurut juru kunci Punden Mbah Gamirah yang juga juru kunci makam umum Dukuh Cacah, Joko, bermula dari banyaknya pertanyaan pengunjung tentang adanya makam di lingkungan punden tersebut. Akan tetapi setelah dijelaskan bahwa untuik makam ada sendiri yang lokasinya terpisah jauh dari punden, dan dia sendiri juga juru kunci makam.
Akan tetapi pengunjung punden yang kebanyakan orang dari daerah lain, meskipun diberi penjelasan demikian hampir semua menyatakan bahwa di lokasi punden ini juga ada kuburan. Karena sering mendapat pertanyaan, dan dia tidak bisa menjelaskan maka dia pun mejalani ”laku” dengan minta petunjuk kepada kuasa-Nya.
Pada Jumat Wage sekitar pukul 03.00 dini hari, ketika dalam puncaknya dia bukan sedang bermimpi tapi sepintas mendengar suara tanpa ruapa, yakni berupa permintaan, ”omahku lorkulon iku dandani’.’ Sampai pagi hari ketika harus ke makam umum, suara tersebut masih terlintas di benak dan pemikirannya.
Di makam tersebut, dia semakin gelisah sehingga dia lebih banyak duduk merenung di bawah pohon kamboja ketimbang bekerja seperti hari-hari biasa. Hal itu berlangsung hingga pukul 11.15, karena sebentar lagi masjid sudah membunyikan suara mengaji menjelang shalat Jumat, dan tiba-tiba terlintas suara lagi, ”ndang gage.” 

Seperti baru tersadar, maka dia pun buru-buru berpindah dari makam menuju ke Punden Mbah Gamirah. Dia pun langsung menentukan arah barat laut sendang, dan mencoba menggalinya yang ada di bagian sudut sisi timur-utara, ternyata tidak menemukan apa-apa. ”Akhirnya kami kembali menggali yang di sisi barat laut beberapa meter dari sumur, dan kira-kira hampir satu meter akhirnya menemukan semacam fondasi dari pasangan batu merah,”tuturnya.(sn)