Lambatnya Koordinasi Pemulangan Jenazah PMI Asal Pati Dikritisi Anggota DPRD

SAMIN-NEWS.com – Lambannya proses koordinasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Pati yang meninggal di Polandia menjadi sorotan. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati segera mengambil langkah nyata agar keluarga almarhum tidak terus‑menerus berada dalam ketidakpastian.

Sorotan ini muncul setelah keluarga almarhum Mohammad Aqib (43), warga Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, melakukan audiensi ke Kantor Bupati Pati bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada Jumat (16/10/2026).

Keluarga meminta bantuan pemerintah daerah agar jenazah Aqib yang meninggal dunia di Polandia pada 9 Oktober 2026 dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

Menurut Teguh Bandang Waluyo, penanganan kasus PMI yang wafat di luar negeri tidak boleh berlarut‑larut, terutama saat keluarga sedang berada dalam masa berduka dan sangat membutuhkan kepastian.

“Ini persoalan kemanusiaan yang harus ditangani secara serius. Disnaker jangan hanya menunggu atau sebatas menyampaikan rencana koordinasi, Harus ada langkah konkret, komunikasi yang jelas dengan keluarga, serta kepastian mengenai kendala dan tahapan pemulangan jenazah,” tegasnya.

Ia meminta Disnaker segera menelusuri tanggung jawab perusahaan penempatan tenaga kerja Pengayom Bangsa yang memberangkatkan almarhum, sekaligus memastikan koordinasi dengan pemerintah provinsi, kementerian terkait, dan KBRI di Polandia berjalan efektif.

“Jangan sampai keluarga harus berjuang sendiri di tengah duka yang mereka alami, Pemerintah hadir bukan sekadar untuk menerima pengaduan, tetapi juga memastikan setiap persoalan ditindaklanjuti.

Kami meminta Disnaker menyampaikan perkembangan secara transparan dan memastikan siapa melakukan apa, sehingga proses pemulangan ini tidak terus menggantung,” tandas Teguh.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menyatakan pemerintah daerah akan melakukan fasilitasi melalui koordinasi lintas instansi.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Mohammad Aqib. Pemerintah Kabupaten Pati akan berkoordinasi dengan pihak‑pihak terkait, terutama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan KBRI di Polandia, untuk mengupayakan penyelesaian persoalan ini,” ujar Chandra.

Ia juga akan terus memantau perkembangan kasus dan memberikan dukungan moril kepada keluarga, termasuk putra almarhum yang hadir dalam audiensi.

Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja (PPTK) Disnaker Pati, Sri Yuni Harti, menyatakan pihaknya akan segera menghubungi Pengayom Bangsa untuk menelusuri hambatan, termasuk kelengkapan administrasi pemulangan jenazah.

“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan berkomunikasi lebih lanjut agar kendala yang ada dapat segera ditangani, termasuk penyelesaian persyaratan administrasi pemulangan jenazah,” katanya.

Muhammad Anhar, kakak kandung almarhum, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Plt Bupati menerima dan memfasilitasi keluarga, namun tetap berharap ada tindak lanjut yang nyata.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Plt Bupati Pati yang telah menerima dan bersedia membantu memfasilitasi persoalan ini. Kami berharap ada kepastian dan langkah nyata agar jenazah adik kami segera dipulangkan dan dapat dimakamkan secara layak di kampung halaman,” ungkap Anhar dengan suara haru.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap PMI, termasuk ketika pekerja meninggal di negara penempatan. Keluarga saat ini tidak hanya membutuhkan janji koordinasi, melainkan kepastian, keterbukaan informasi, dan langkah nyata agar jenazah Mohammad Aqib segera pulang.

Disnaker Pati diharapkan segera menjelaskan perkembangan kasus, mengidentifikasi hambatan secara jelas, serta memastikan komunikasi lintas pihak berjalan sampai proses pemulangan mendapatkan kejelasan penuh.

Previous post Keluarga PMI Asal Pati Audiensi ke Kantor Bupati, Minta Bantuan Pulangkan Jenazah Mohammad Aqib Yang Meninggal di Polandia

Tinggalkan Balasan

Social profiles