SAMIN-NEWS.com – Warga Tlogowungu, Kabupaten Pati, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan sebuah Pondok Pesantren pada Sabtu (2/5/2026).
Massa menuntut pertanggungjawaban pengasuh pesantren berinisial A yang diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan santrinya. Ketegangan sempat memuncak saat warga berusaha merangsek masuk untuk memastikan sang kiai tidak melarikan diri dari proses hukum.
Kemarahan warga dipicu oleh terungkapnya jumlah korban yang terus bertambah hingga mencapai puluhan orang. Masyarakat merasa geram karena institusi agama yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu justru disalahgunakan untuk tindakan asusila.
Kehadiran massa di lokasi juga bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada para korban agar berani bersuara dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Ahmad Nawawi, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan bahwa tindakan oknum kiai tersebut telah mencoreng nama baik desa dan marwah pondok pesantren secara umum.
Menurutnya, keresahan ini sebenarnya sudah tersimpan rapat selama bertahun-tahun karena adanya tekanan sistematis dari pihak pesantren terhadap siapa pun yang mencoba membongkar kasus ini.
”Saya merasa karena yang bersangkutan mengatasnamakan pondok pesantren, ia telah merusak citra ponpes yang lain dan desa. Kami sudah lama sering mendengar kabar ini, tetapi warga selalu mendapat ancaman fitnah atau tuduhan mencemarkan nama baik dari pengasuh kiai tersebut,” ujar Ahmad Nawawi di sela-sela aksi.
Lebih lanjut, warga membeberkan bahwa sang kiai dikenal memiliki pengaruh kuat dan jaringan “backing” yang membuat kasus-kasus sebelumnya selalu meredup. Para korban yang mayoritas berasal dari luar daerah seringkali merasa terintimidasi untuk melanjutkan laporan hukum.
Hal inilah yang membuat warga setempat akhirnya turun tangan demi memutus rantai kejahatan yang terjadi di lingkungan mereka.
Faktanya, rekam jejak oknum kiai tersebut memang sudah lama bermasalah di mata masyarakat sekitar.
Sebelum isu pelecehan seksual mencuat ke publik, ia dikabarkan pernah terlibat dalam berbagai kasus kriminal lainnya. Warga mengaku sudah pernah mencoba melakukan tindakan tegas, namun upaya tersebut selalu terbentur oleh perlindungan dari para simpatisan luar daerah yang tidak mengetahui tabiat asli pelaku.
”Sebenarnya ini sudah lama, sempat ada upaya pengusiran karena kiai yang bersangkutan itu melakukan penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual. Namun, ia mendapat banyak simpatisan dari luar dan punya perlindungan supaya korban tidak melanjutkan kasusnya,” tambahnya.
Kini, warga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu agar keadilan bagi puluhan santri dapat segera terpenuhi.
