SAMIN-NEWS.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati sebelum terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Hal tersebut baru ia ketahui setelah kasus OTT mencuat ke publik.
Pernyataan itu disampaikan Risma Ardhi Chandra usai menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Plt Bupati Pati di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026). Ia menekankan bahwa selama ini tidak pernah dilibatkan maupun menerima laporan terkait pengisian perangkat desa.
“Saya malah justru tahunya setelah ada terjadi OTT ini,” katanya.
Chandra menjelaskan, sebelum kabar OTT KPK tersebut beredar, dirinya masih menjalankan aktivitas kedinasan seperti biasa bersama Bupati Sudewo, termasuk melakukan kunjungan ke wilayah terdampak bencana banjir.
“Terakhir itu kami masih melaksanakan kunjungan bencana di Desa Dukuhseti. Itu kami start dari pendopo jam 2 siang dan berakhir sekitar jam 5 sore dari Desa Dukuhseti,” ungkapnya.
Ia juga mengaku baru mengetahui kabar penangkapan tersebut dari media sosial pada keesokan harinya saat tiba di kantor.
“Saya mendengar itu justru pada pagi sekitar jam 8–9 pagi. Saya berada di kantor karena saya tidak tahu kalau ada hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Terkait ke depan, Chandra berharap proses pengisian perangkat desa dapat dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku dan dilakukan secara jujur serta transparan agar bisa diawasi masyarakat.
“Harapan saya harus dikembalikan dengan semestinya, pengisian perangkat ini harus kita laksanakan dengan sejujurnya, terbuka, dan dapat diawasi oleh semua masyarakat Kabupaten Pati,” tegasnya.
Namun demikian, Chandra mengaku belum membahas langkah konkret terkait pengisian perangkat desa dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati karena masih fokus pada penanganan bencana banjir.
“Belum, kami belum membahas itu. Kami masih berkonsentrasi untuk melaksanakan kegiatan bencana dan pasca bencana ini,” ucapnya.
Selain itu, sebagai Plt Bupati Pati, Chandra berkomitmen memperkuat integritas pemerintahan dengan mengumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat, serta membuka kembali komunikasi dengan DPRD Kabupaten Pati demi menjaga kepercayaan publik.
“Kehormatan Pati ini adalah yang utama,” tandasnya.
