SAMIN-NEWS.com – Operasi pencarian orang hilang yang diduga hanyut di Sungai Kedungdowo, Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Senin (19/1/2026). Korban atas nama Sudi belum berhasil ditemukan hingga akhir pencarian.
Penghentian pencarian dilakukan setelah upaya intensif sejak hari pertama oleh tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik sepanjang aliran sungai dari pagi hingga sore hari.
Kapolsek Gunungwungkal AKP Sukarno menyampaikan bahwa seluruh proses pencarian telah dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi sesuai prosedur yang berlaku.
“Sejak hari pertama hingga hari ketujuh, kami bersama tim gabungan telah berupaya maksimal melakukan pencarian sesuai prosedur, dengan menyisir sungai dan area yang berpotensi,” katanya.
Ia menjelaskan, medan pencarian menjadi tantangan tersendiri karena arus sungai yang deras dan cakupan area yang cukup luas. Meski demikian, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan mengedepankan keselamatan dan aspek kemanusiaan.
“Kami mengedepankan keselamatan personel, namun tidak mengurangi keseriusan dalam upaya menemukan korban,” terangnya.
AKP Sukarno menegaskan bahwa keputusan penghentian pencarian diambil berdasarkan kesepakatan bersama dengan pihak keluarga korban. Setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil, keluarga menyatakan ikhlas dan menerima kondisi yang ada.
“Pihak keluarga telah membuat pernyataan resmi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim pencari dan menyatakan ikhlas atas belum ditemukannya korban,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi sinergi lintas instansi dan partisipasi aktif masyarakat selama proses pencarian berlangsung. Menurutnya, kekompakan tersebut mencerminkan kuatnya kepedulian sosial di wilayah tersebut.
Dari pihak keluarga korban, disampaikan pula rasa terima kasih kepada Polri dan tim gabungan atas upaya pencarian yang dinilai telah dilakukan secara sungguh-sungguh dan manusiawi.
Dirinya berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai. Ia menegaskan Polri akan terus hadir dalam setiap situasi darurat kemanusiaan.
“Kami akan selalu siap hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi-situasi kemanusiaan seperti ini,” tandasnya.
