SAMIN-NEWS.com Petani dari Desa Pasuruan, Kecamatan Kayen, mengadukan persoalan penyaluran bantuan stimulan puso dan korban banjir saat audiensi dengan DPRD Pati, Rabu (3/6/2026). Mereka menyampaikan dugaan ketidaksesuaian dalam pembagian bantuan yang diterima masyarakat.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengatakan laporan masyarakat perlu ditindaklanjuti untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Ali, dalam audiensi terungkap adanya informasi bahwa penyaluran bantuan tidak seluruhnya diselesaikan pada hari yang sama sebagaimana mestinya. Bahkan, ada dugaan perubahan nominal bantuan yang diterima sebagian warga.
“Misal saja hari ini dia dapat Rp2 juta, tapi ketika dia menyampaikan bahwa lahan yang terdampak banjir mencapai 1 hektare dan bantuan yang diterima dinilai kurang, kemudian ditambahi oleh kelompok tersebut,” katanya.
Ali menjelaskan, saat DPRD meminta penjelasan terkait tambahan bantuan tersebut, pihak kelompok menyebut dana yang diberikan berasal dari uang mereka sendiri.
Untuk menghindari kesalahpahaman dan dugaan penyimpangan, DPRD menyarankan persoalan tersebut diselesaikan di tingkat kecamatan dengan melibatkan seluruh calon penerima bantuan.
“Disarankan itu harus diselesaikan di tingkat kecamatan melalui BPBD dan Dinas Pertanian. Untuk Desa Pasuruan diselesaikan di Kecamatan Kayen dengan mengundang semua calon penerima,” sebutnya.
Melalui forum tersebut, seluruh penerima bantuan akan diminta mengklarifikasi apakah dana yang diterima sudah sesuai dengan keputusan Bupati Pati atau belum.
Sementara itu, Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menyatakan pihaknya siap melakukan klarifikasi langsung untuk memastikan bantuan diterima sesuai daftar penerima yang telah ditetapkan.
“Yang perlu digarisbawahi, kami BPBD akan mengklarifikasi langsung untuk memastikan penerima mendapatkan bantuan sesuai yang tercantum dalam Keputusan Bupati Pati,” terangnya.
Ia menambahkan, bantuan puso telah disalurkan pada 6 Mei 2026 dan hasil klarifikasi nantinya diharapkan dapat menjawab dugaan adanya pemotongan bantuan di lapangan.
