PPK Ormawa EneRC UNNES Ciptakan Mesin Pengolah Telur Asin

0
Foto bersama tim pelaksana PPK Ormawa EneRC Fakultas Teknik UNNES (Ist)
Foto bersama tim pelaksana PPK Ormawa EneRC Fakultas Teknik UNNES (Ist)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Engineering Research Club (EneRC) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2023 menciptakan mesin pengolah telur asin.

Program itu dilakukan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang sebagai wujud pengabdian mahasiswa. Kegiatan tersebut sudah dibuka sejak 9 Juli 2023 lalu di kelurahan setempat. Kemudian, masyarakat juga diberikan pelatihan soal pembuatan telur asin yang bernilai tinggi.

“Program pemberdayaan masyarakat seperti ini, penting. Maka, harapannya pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan usaha mikro dalam upaya meningkatkan ekonomi lokal,” ujar Dekan FT UNNES, Wirawan Sumbodo.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik, Dhidik Prastiyanto mengatakan pentingnya teknologi tepat guna dalam rangka mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di mana di Kelurahan Mangunsari terdapat paguyuban UMKM Telur Asin Wasari sebagai penghasil telur bebek asin.

“Semoga tim pelaksana PPK Ormawa EneRC dapat mengimplementasikan bidang ilmunya agar nantinya masyarakat Mangunsari khususnya mendapatkan manfaat dari program ini,” kata dia saat pembukaan.

Sebagai informasi program ini dilatarbelakangi oleh peternak bebek peking di Kelurahan Mangunsari yang masih belum mampu mengolah dan mengawetkan telur bebek peking menjadi telur asin. Pada proses manajemen produk telur mentah bebek peking masih asal-asalan belum terstruktur, serta kurangnya pengetahuan dan modal, sehingga sulit untuk berkembang.

Tema kegiatan yang diusung adalah “Value Co-Creation Model The Dart dan Oven Telur Asin Untuk Peningkatan Nilai Jual Serta Produktivitas Telur Asin Kelurahan Mangunsari Semarang”. Konsepnya menggunakan Value Co-Creation model Dialogue, Access, Risk-assesment dan Transparency (DART) dimaksudkan agar menjadi solusi pencatatan database pelanggan.

Sedangkan Ketua Tim PPK Ormawa EneRC FT UNNES, Alvan fauzi menjelaskan mesin oven pengasinan telur asin bekerja dengan mengkombinasikan pemanasan dan pengeringan untuk mengubah telur mentah menjadi telur asin. Telur-telur dimasukkan ke dalam rak atau tray di dalam oven, dan suhu serta kelembaban diatur sesuai dengan proses pengasinan yang diinginkan.

Proses tersebut akan menghilangkan sebagian besar kandungan air dalam telur. Sehingga mengawetkan dan menghasilkan telur asin dengan rasa yang khas.

“Mesin telur asin dibuat untuk membantu mempercepat dan mengoptimalkan proses pembuatan telur asin secara massal dan konsisten. Tujuannya adalah untuk memenuhi permintaan pasar akan telur asin yang memiliki daya tahan lebih lama dan rasa yang unik,” jelas dia.

Melalui mesin ini, Alvan berharap wirausaha telur asin di Mangunsari dapat meningkatkan produksi dan efisiensi dalam pembuatan telur asin. Mesin-mesin tersebut dapat membantu meningkatkan konsistensi kualitas produk, mengurangi waktu produksi, serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku.

“Hal ini bisa berkontribusi pada peningkatan hasil produksi dan daya saing usaha telur asin di pasar. Selain itu, harapannya adalah usaha tersebut dapat meraih popularitas dan kepercayaan konsumen atas produk telur asin berkualitas yang dihasilkan,” harapnya.

Di samping itu, dengan didukung teknologi tepat guna berupa oven telur asin akan membantu produktivitas kelompok wirausaha telur asin dalam menyuplai dan demand dari target market share. Dengan kata lain, mesin oven telur asin akan mampu menghemat waktu produksi.

Mesin pengolah telur asin yang diinisiasi sejumlah mahasiswa teknik UNNES tersebut sudah diprogram sedemikian rupa sejak awal. Rencananya mesin ini baru akan diresmikan pada tanggal 25 Agustus nanti.