Wisata Lenk Dopang Kudus Ciptakan Wahana dan Menu Terbaru

0
Foto: salah satu wahana wisata di Lenk Dopang yang akan digunakan untuk Arum jeram
Foto: salah satu wahana wisata di Lenk Dopang yang akan digunakan untuk Arum jeram

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Tempat wisata Lenk Dopang yang bertempat di Desa Rahtawu Kabupaten Kudus berencana menciptakan wahana baru yakni River Tubing atau Arum jeram yang menggunakan ban karet, Selasa (24/1/2023).

Owner Lenk Dopang Agung mengatakan, untuk wahana wisata yang saat ini tengah dipersiapkan dan akan launching kurang lebih dua Minggu lagi bernama River Tubing atau Arum jeram.

“Kurang lebih dua mingguan lagi, kami menciptakan wahana wisata baru di Lenk Dopang. Namun untuk hal itu tengah sedang dipersiapkan mekanismenya,” bebernya.

Agung melanjutkan, nantinya wahana tersebut akan dipatok dengan harga Rp 20 ribu untuk satu orang, dan dua kali main. Namun sebelum itu, ia tidak akan memasang tarif dahulu selama 1 Minggu.

“Untuk HTM rencana 20 ribu perorang, mekanismenya 2 kali main. Namun saat dibuka, nantinya di gratis kan dahulu selama satu mingguan kurang lebih, kemudian di pasang harga,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, jadi nantinya untuk satu kali permainan akan dilepaskan sendiri dari awal start Lenk Dopang hingga menuju finish yang sudah ditentukan pihaknya. Lalu, yang kedua akan digandeng.

“Ban yang dinaiki nanti dirakit menjadi panjang bukan individu, tidak satu-satu. Kalau untuk pertama pengenalan medan nanti satu orang. Tapi masih ada pengawasan agar lebih safety,” bebernya.

Menurut Agung, banyak wisatawan yang menunggu dan menyambut positif wahana ini. Mengingat hal itu merupakan hal yang baru di Lenk Dopang Desa Rahtawu Kabupaten Kudus.

Lebih lanjut, Agung selaku owner juga membuat menu baru yakni gedang bakar. Muncul ide membuat menu tersebut akibat ketidak sengajaannya saat sedang beraktivitas.

“Muncul ide tersebut akibat tidak sengaja dan sepengetahuannya tidak ada yang menjualnya,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut Agung, kemudian langsung di praktekkan untuk membuatnya. Ketika dicoba ternyata enak. Untuk rasa pisangnya pahit, manis, dan kecut serta lebih kering jika dibakar.

“Untuk cara masaknya pisang di kupas kemudian dibakar menggunakan barak api dan diwadahi,” ungkapnya.

Sementara itu untuk pisang buatannya yakni dipetik asli dari rahtawu. Untuk perbedaan dengan pisang kebanyakan tekstur rasa pisangnya lebih kecut. Jika dibakar lebih menonjol ke kecut.

“Selain itu jika direbus lebih menonjol ke manisnya. Dari pengambilan kemudian di potong lalu dibakar,” pungkasnya.