Bank Indonesia Bantu Warga Desa Payaman Kudus Kelola Enceng Gondok

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra (kanan) dan Komisi XI DPR RI Dr HM Musthofa (Kiri) saat berkunjung di Desa Payaman Kudus
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra (kanan) dan Komisi XI DPR RI Dr HM Musthofa (Kiri) saat berkunjung di Desa Payaman Kudus

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Bank Indonesia siap membantu warga Desa Payaman Kecamatan Mejobo Kudus dalam mengelola enceng gondok. Saat kunjungan banjir, BI melihat banyak enceng gondok di bagian saluran air.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, pihaknya memiliki tugas utama yakni melakukan pendampingan dan melakukan pengembangan potensi di setiap daerah.

“Tugas utama kami juga mendampingi dan mengembangkan potensi yang ada di setiap kabupaten,” bebernya.

Lebih lanjut, selain itu BI juga bekerja sama dengan Komisi XI DPR RI dalam hal ini Dr HM Musthofa dalam melakukan pembinaan terhadap para UMKM maupun kluster pangan di Kudus.

“Kami juga bekerja sama dengan pak Mustofa, dalam melakukan binaan terhadap UMKM maupun kluster pangan di Kudus yang tersebar di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Kemudian ia bercerita saat melakukan kunjungan dalam memberikan bantuan sembako, melihat saluran air yang dipenuhi oleh enceng gondok. Hal itu mungkin yang menghambat jalannya air.

“Kami lihat waktu jalan disini ada saluran air yang dipenuhi oleh enceng gondok. Mungkin salah satu yang menghambat jalannya air sehingga mudah terjadi banjir,” terangnya.

“Kami juga ada binaan, pak Mustofa juga tau binaan kami yang mengelola enceng gondok di Ambarawa. Pernah juga dikunjungi oleh pak Mustofa bersama anggota lainnya di Semarang,” ungkapnya.

Adapun manfaat enceng gondok jika dikelola dengan baik yakni bisa dijadikan semacam tas, sandal, tempat souvernir, dan masih banyak lagi. Bahkan bisa juga dihubungkan antar UMKM yang lain.

“Enceng gondok itu bisa dijadikan macam macam seperti tas, sandal, tempat souvernir yang dari keramik dan lainnya. Mungkin bisa juga dihubungkan antar UMKM yang lain,” imbuhnya.

“Untuk pelatihan nanti mencoba packagingkan dengan pasar menyesuaikan pembiayaannya yakni perbankan,” sambungnya.

“Kita coba hubungkan dengan UMKM yang ada. Kami kan tiap tahun ada karya kreatif Indonesia di Jakarta. Kalau memang yang udah masuk lulus, bisa kita ikutkan pameran di Jakarta maupun luar negri,” tambahnya.

Lebih lanjut, seandainya warga Desa Payaman dan setempat sudah siap dalam mengikuti pelatihan pengelolaan enceng gondok maka akan meminta bantuan dari kelompok Ambarawa.

“Kelompok disini kalau sudah siap maka akan kami hubungkan dari Ambarawa untuk dilatih mengelola enceng gondok. Biasanya untuk ibu-ibu. Pelatihannya berupa pengelolaan,” pungkasnya.