Pemkab Pati Buka Mata Respon Jalan Sukolilo-Prawoto

0
Jajaran Polsek Sukolilo saat di lokasi penanaman pohon pisang di Jalan Sukolilo-Prawoto. Aksi itu sudah direspon dilakukan penambalan
Jajaran Polsek Sukolilo saat di lokasi penanaman pohon pisang di Jalan Sukolilo-Prawoto. Aksi itu sudah direspon dilakukan penambalan

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sempat ramai aksi warga Sukolilo menanam pohon pisang di Jalan Sukolilo-Prawoto pada Rabu (30/11/2022) kemarin, sementara Kamis (1/12/2022) hari ini pohon-pohon pisang itu sudah dicabut. Pohon yang tak lazim ditanam di jalan raya oleh warga Sukolilo ini lantaran mereka kesal jalan tersebut kondisinya memprihatinkan.

Itu disampaikan Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan. Dia menyebut warga setempat melakukan penanaman pohon pisang tersebut merupakan aksi spontanitas. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dikatakan sudah merespon dengan mendatangkan alat berat.

“Pemkab Pati sudah merespon dengan mendatangkan alat berat berupa slender sudah dilakukan penambalan. Saat ini Pemkab sudah merespon dengan menambal jalan itu, pohon-pohon yang sebelumnya ditanam itu hari ini juga sudah dicabut,” ucap AKP Sahlan kepada Samin News.

Pihaknya mengungkapkan penambalan jalan rusak oleh pemerintah dilakukan kurang lebih di sepanjang 2 kilometer di Dukuh Ngesik Desa Prawoto. Adapun kerusakan jalan di kawasan itu disebut dengan panjang sekitar 12 kilometer.

Sahlan mengatakan sebelumnya warga Sukolilo menanam sekitar lima pohon pisang tidak direncanakan. Tetapi aksi spontanitas oleh warga karena warga kesal jalan di situ rusak berat dan cukup panjang.

“Jalan Sukolilo-Prawoto di situ rusak karena selain memang menjadi titik-titik genangan air, juga disebabkan karena dilewati kendaraan muatan berat hasil tambang di Pegunungan Kendeng,” jelasnya.

Penanaman pohon pisang itu dilakukan di titik-titik jalan yang kondisinya rusak parah. Hal ini cukup wajar dilakukan warga karena di jalan tersebut rusak. Termasuk juga pohon pisang sebagai rambu lalu lintas agar pengendara yang lewat lebih berhati-hati menghindari kecelakaan.

Selain sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah setempat karena kekesalan yang dialami tidak ada perhatian. Ini juga cara menarik untuk membuka mata pemerintah agar lebih memperhatikan kondisi infrastruktur utamanya di jalan Sukolilo-Prawoto.