Sukseskan Pemilu 2024, Kesbangpol Gelar Pendidikan Politik Untuk Masyarakat

0
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kudus Muhammad Fitriyanto saat menyampaikan pendidikan politik dihadapan elemen masyarakat
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kudus Muhammad Fitriyanto saat menyampaikan pendidikan politik dihadapan elemen masyarakat

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus menggelar pendidikan politik bagi elemen masyarakat guna menyukseskan pemilu 2024 yang tahapannya sudah dimulai verifikasi faktual, Senin (7/11/2022).

“Untuk mensukseskan kegiatan pemilu serentak 2024, Kesbangpol memiliki program dan kegiatan yakni melaksanakan pendidikan politik bagi elemen masyarakat atau masyarakat termasuk yang menyasar kalangan parpol,” ujar Kepala Kesbangpol Kudus Muhammad Fitriyanto.

Menurut Fitriyanto sapaan akrabnya menambahkan, pendidikan politik yang disampaikan diharapkan mampu memberikan wawasan kebangsaan yang luas dan memperkokoh persatuan.

“Harapan melalui pendidikan politik yang disampaikan memberikan wawasan kebangsaan yang luas dan memperkokoh persatuan dan juga nanti bisa melaksanakan tahapan pemilu melalui partisipasi masyarakat,” bebernya.

Ada empat organisasi yang turut mengikuti pendidikan politik yakni, Forum Komunitas Disabilitas Kudus (FKDK), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gerakan Entertainer Merdeka (Genta) Kudus, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

“Jumlah peserta yang mengikuti pendidikan politik berjumlah 80 peserta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kesbangpol juga sudah melakukan koordinasi dan melakukan kerja sama dengan para penyelanggara Pemilu Kudus seperti KPU, Bawaslu termasuk dari Pemkab tetap melaksanakan sosialiasi terus pada masyarakat.

“Kepada masyarakat semoga bisa terlibat aktif terhadap penyelanggaraan pemilu 2024 nanti dengan hak pilih sesuai hati nuraninya bukan karna faktor money politik,” terangnya.

Mengingat, karena pilihan masyarakat sangat menentukan dalam lima tahun kedepan. Kemudian bekal untuk tidak terjadinya money politik atau janji lain tergantung dari pribadi masyarakat itu sendiri.

“Kalau memang sudah dibentengi untuk tidak menerima apapun pastinya akan terjaga. Karena ingin memberikan hasil yg terhaik dari pemilu. Insyallah pelanggaraan tersebut bisa berkurang,” tandasnya.

Ia berharap semoga masyarakat saat ini makin cerdas dan sadar bahwa demokrasi di Indonesia diharapkan memberikan akses secara langsung pilihan masyarakat untuk memilih pemimpinnya sendiri.